Nasi dengan Lauk Alami Inflasi, Akibat Harga di Warteg Naik?
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) menyebut komoditas nasi dengan lauk menyumbang inflasi bulanan sebesar 0,67% pada Oktober 2024 dan memberi andil sebesar 0,02%. BPS mencatat inflasi nasi dengan lauk tercatat sebesar 2,54% secara tahunan dan memberi andil 0,06%.
Masuknya komoditas ini dalam struktur inflasi Oktober 2024 lebih disebabkan karena adanya kenaikan harga bahan baku, bukan karena naiknya harga makanan di warung makan atau warteg.
“Bisa disebabkan naiknya harga bawang merah yang selalu digunakan sebagai bumbu masakan,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di kantor BPS Pusat, Jumat (1/11/2024).
Baca Juga
Selain bawang merah, kata Amalia, inflasi pada komoditas nasi dengan lauk juga kemungkinan disebabkan oleh kenaikan daging ayam ras atau telur ayam ras. Tiga komoditas tersebut, bawang merah, daging ayam ras, dan telur ayam ras memberikan inflasi pada Oktober 2024.
Amalia menjelaskan inflasi nasi dengan lauk terjadi di 23 kabupaten/kota. Tiga kabupaten/kota yang mengalami inflasi nasi dengan lauk di antaranya Kabupaten Timika, Kabupaten Mesuji, dan Kabupaten Karo.
“Timika inflasi nasi dengan lauk 9,65%. Kemudian Kabupaten Mesuji di mana inflasi nasi dengan lauk 6,3% dan Kabupaten Karo yang inflasinya nasi dan lauk 4,14%” ujar dia.

