IHSG Sesi I Naik 0,28%, Lima Saham ARA Dipimpin NASI
JAKARTA, investortrust.id – Indeks harga saham gabungan (IHSG) Bursa Efek Indonesia (BEI) sesi I, Rabu (17/9/2025), ditutup lanjutkan kenaikan 22,53 poin (0,28%) menjadi 7.980 dengan nilai transaksi Rp 8,33 triliun. Kenaikan terdorong penguatan hampir seluruh saham emiten yang dikendalikan Prajogo Pangestu dan saham emiten yang dikendalikan Lippo Group.
Sektor saham dengan penguatan terpesat, yaitu saham industry naik 4,01%, sektor teknologi 1,93%, sektor kesehatan 1,40%, sektor konsumer non primer 0,79%, sektor property 0,57%, sektor energi 0,56%, dan material dasar sebanyak 0,26%. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor konsumer primer, keuangan, dan transportasi.
Baca Juga
Ekonom Prediksi BI Pertahankan BI Rate di 5% pada RDG Hari Ini
Di tengah berlanjutnya kenaikan indeks, sejumlah saham berikut catatkan kenaikan hingga auto reject atas (ARA), seperti saham PT Whana Inti Makmur Tbk (NASI) naik 34,74% menjadi Rp 128 dan PT Koka Indonesia Tbk (KOKA) menguat 34,31% menjadi Rp 137.
ARA juga melanda saham PT Krida Jaringan Nusantara Tbk (KJEN) naik 25% menjadi Rp 270, PT Berkah Prima Perkasa Tbk (BLUE) sebanyak 24,42% menjadi Rp 535, dan PT Multipola Technology Tbk (MLPT) naik 19,99% menjadi Rp 131.025.
Meski tak ARA, saham ini catatkan penguatan pesat, saham PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) naik 28,69% menjadi Rp 157 dan PT Buyung Poetra Sembada Tbk (HOKI) naik 28,21% menjadi Rp 100. Sebaliknya penurunan paling dalam melanda saham ITMA, MGLV, SOSS, UDNG, dan RICY.
Kemarin, IHSG ditutup lanjutkan penguatan 20,58 poin (0,26%) menjadi 7.957 dengan investor asing berbalik merealisasikan penjualan bersih (net sell) saham senilai Rp 374,55 miliar. Net sell didominasi saham BMRI Rp 147,61 miliar, BBCA Rp 122,66 miliar, dan BUMI Rp 81,43 miliar.
Baca Juga
Target Harga Saham Antam (ANTM) Direvisi Naik, Potensi Cuan Bisa Segini
Penguatan indeks kemarin ditopang kenaikan mayoritas sektor saham, seperti sektor konsumern non primer, industry energi, material dasar, teknologi, transportasi, konsumer primer, dan kesehatan. Sebaliknya penurunan melanda saham sektor infrastruktur, property, dan keuangan.
Di tengah penguatan tersebut, sejumlah saham ini cetak ARA, yaitu INDX naik 34,92% menjadi Rp 170, SMLE naik 34,91% menjadi Rp 228, dan PICO naik 34,52% menjadi Rp 226. ARA juga melanda saham DWGL sebanyak 24,67% menjadi Rp 374 dan ITIC sebanyak 24,59% menjadi Rp 304. Meski tak ARA, saham ini cetak kenaikan pesat WIIIM sebanyak 24,10% menjadi Rp 1.030 dan BLUE naik 24,28% menjadi Rp 430

