Makan di Warteg Jadi Lebih Mahal? Ini Catatan BPS
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan harga makanan di warung Tegal (warteg). Menurut Deputi Bidang Statistik Produksi BPS M Habibullah, kenaikan harga di warteg digambarkan lewat komoditas nasi dan lauk pauk.
“Jadi ketika kita makan di mana saja, bukan hanya di warteg, itu komoditas namanya nasi dengan lauk pauk. Komoditas dengan kode tersebut mengalami kenaikan sebesar 0,30%. Jadi andil signifikan 0,01%,” kata Habibullah, saat paparan inflasi Februari 2024, di kantornya, Jakarta, Jumat (01/03/2024).
Baca Juga
Harga Beras Melonjak hingga 30% di Penggilingan, Bahkan Melebihi HET
Komponen Inti
BPS mengategorikan komoditas nasi dengan lauk ini sebagai bagian dari komponen inti, bersama emas perhiasan, gula pasir, mobil, biaya sewa rumah, serta biaya kontrak rumah. Pada Februari 2024, komponen inti mengalami inflasi 0,14% dengan andil inflasi sebesar 0,09%. Adapun secara tahunan, inflasi pada komponen inti tercatat 1,68% dengan andil 1,08%.
BPS mencatat, inflasi umum tahunan sebesar 2,75% terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh sebagian besar indeks kelompok pengeluaran. Ini di antaranya kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 6,36%, serta kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,90%.
Baca Juga
"Kenaikan ditunjukkan pula pada kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,5%; kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 1,13%; serta kelompok kesehatan sebesar 1,95%. Selain itu, kelompok transportasi sebesar 1,40%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 1,68%; kelompok pendidikan sebesar 1,55%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 2,38%; serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 3,09%," paparnya.
Setelah mengalami deflasi pada Januari lalu, lanjut dia, cabai merah mengalami inflasi pada Februari 2024 sebesar 17,78% dan menyumbang andil sebesar 0,09%. Demikian pula telur dan daging ayam ras turut memberikan andil terhadap inflasi umum, masing-masing sebesar 0,04% dan 0,02%.

