Kembangkan Inovasi Nasi Jagung, Dailymeal Teken MoU dengan Unsoed
JAKARTA, investortrust.id - PT Hoki Distribusi Niaga (Topikopi Group) melalui brand Dailymeal menginisiasi Hoki Inovasi Program dengan menekan memorandum of understanding (MoU) menggandeng Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) Universitas Jenderal Soedirman (Unsoed). Melalui program ini Dailymeal bersama Unsoed berupaya mengembangkan inovasi jagung dan nasi singkong.
Vice President Marketing PT Hoki Distribusi Niaga Amar Ramdani mengatakan pihaknya berharap dapat terus mengembangkan produk pangan yang bermanfaat bagi masyarakat. Diketahui saat ini Dailymeal sendiri memiliki dua produk unggulan, yakni Nasi Jagung dan Nasi Singkong.
"(Kerja sama itu) harapannya akan ada ide-ide produk pangan dari rekan-rekan universitas untuk bisa kita industrialisasikan atau dikomersialkan," kata Amar di kawasan Senayan, Jakarta, Jumat (31/5/2024).
Terkait dengan inovasi produk Nasi Jagung dan Nasi Singkong sendiri, Amar mengatakan membutuhkan waktu kurang lebih dua tahun untuk melakukan proses rangkaian riset dan persiapan. Dimulai sejak tahun 2019, produk Nasi Jagung dan Nasi Singkong mulai didistribusikan di pasar Jabodetabek pada tahun 2022 hingga akhirnya di kuartal III-2023 dapat tersebar di retail modern Pulau Jawa.
"Lebih dari satu tahun kita proses research and development, bagaimana caranya memproduksi Nasi Jagung dan Nasi Singkong," ucapnya.
Baca Juga
Selain itu Amar juga mengatakan tidak menutup kemungkinan pihaknya untuk dapat membuka kerja sama serupa dengan universitas atau pihak lain dalam inovasi pengembangan produk-produk pangan.
Sementara itu Ketua LPPM Unsoed Elly Tugiyanti pada kesempatan yang sama mengatakan, pihaknya berupaya agar inovasi produk pangan yang dikembangkan untuk menyerupai nasi yang berasal dari beras. Hal itu dilakukan agar alternatif pangan tersebut dapat diterima oleh mayoritas masyarakat Indonesia yang telah terbiasa mengkonsumsi nasi putih dari beras.
"Mulai dari bentuk, rasa, hingga kandungan, kita tahu ini (Nasi Jagung) rendah serat, tetapi kalau bisa dikembangkan lagi ini bisa diperkaya ini akan lebih bisa menyerupai (nasi beras)," ungkap Elly.

