Emas Alami Inflasi Hingga 41,49% Secara Tahunan Akibat Situasi Global
JAKARTA, investortrust.id - Komoditas emas menjadi pendorong inflasi pada kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya secara tahunan. Inflasi komoditas ini tercatat sebesar 41,49% secara tahunan dengan andil 0,42%.
“Emas perhiasan masih mengalami inflasi secara tahunan sejak Februari 2022 karena meningkatnya harga emas di pasar internasional,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti, di Jakarta, kantornya, Senin (3/3/2025).
Pasta gigi dan sampo juga mengalami inflasi, masing-masing sebesar 2,91% dan 1,74%. Kedua komoditas ini memiliki andil inflasi 0,01%.
Sementara itu, komoditas yang dominan memberikan andil inflasi di kelompok makanan, minuman, dan tembakau yaitu minyak goreng, sigaret kretek mesin (SKM) dan cabai rawit.
Baca Juga
Inflasi yang tercatat pada minyak goreng mencapai 10,97% secara tahunan, SKM mengalami inflasi sebesar 5,58% secara tahunan, cabai rawit mengalami inflasi sebesar 37,07%. Minyak goreng memiliki andil inflasi sebesar 0,13%. Adapun tomat mengalami deflasi terdalam di kelompok ini dengan -32,93%.
Sementara itu, di sektor perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga, komoditas yang mencatatkan inflasi tertinggi yaitu tarif air minum sebesar 9,42% dengan andil inflasi sebesar 0,14%. Tarif listrik yang mendapatkan insentif diskon tercatat mengalami deflasi secara tahunan sebesar -46,45% dengan andil deflasi -2,16%.
Sebelumnya, BPS mencatat terjadinya deflasi yang terjadi secara bulanan dan tahunan. Deflasi secara bulanan tercatat sebesar -0,48% atau terjadi penurunan Indeks Harga Konsumen (IHK) dari 105,99 pada Januari 2025 menjadi 105,48 pada Februari 2025.
“Secara year on year juga terjadi deflasi sebesar -0,09% dan secara tahun kalender mengalami deflasi sebesar -1,24%” kata dia.
Kelompok penyumbang deflasi bulanan terbesar yaitu perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga dengan deflasi sebesar -3,59% dan memberikan andil deflasi -0,52%. Kelompok komoditas yang mendorong deflasi pada kelompok ini adalah diskon tarif listrik yang memberikan andil deflasi -0,67%.
“Komoditas yang juga memberikan andil deflasi karena beberapa pangan bergejolak seperti daging ayam ras, yang harganya turun, yang memberikan andil deflasi sebesar 0,06%” kata dia.
Selain daging ayam ras, harga bawang merah dan cabai merah juga mengalami penurunan harga sepanjang Februari 2025 hingga masing-masing memberikan andil deflasi sebesar 0,05% dan 0,04%.

