Ekonom Perkirakan Neraca Perdagangan Juni 2024 Surplus
JAKARTA, investortrust.id - Ekonom Bank Permata Josua Pardede memperkirakan neraca perdagangan Juni 2024 masih mengalami surplus. Josua memprediksi surplus perdagangan pada Juni sebesar US$ 4,05 miliar atau naik 38,2% dari surplus bulan sebelumnya sebesar US$ 2,93 miliar.
“Peningkatan surplus perdagangan terutama didorong oleh laju bulanan impor yang terkontraksi lebih dalam dibandingkan kontraksi laju bulanan ekspor,” kata Josua dalam keterangan resminya, Senin (15/7/2024).
Josua mengatakan berdasarkan laju bulanan, kontraksi impor dan ekspor akibat menurunnya aktivitas manufaktur baik secara global maupun domestik.
Sementara itu, kinerja ekspor bulan Juni 2024 diperkirakan akan mengalami kontraksi sebesar -2,38% mom, sementara secara laju tahunan, ekspor meningkat menjadi 5,38% yoy dari 2,86% yoy pada bulan Mei 2024. Kontraksi ekspor bulanan di bulan Juni 2024 dipengaruhi oleh melemahnya aktivitas manufaktur global.
Baca Juga
“Selain itu, harga komoditas global, terutama komoditas utama ekspor Indonesia, tercatat menurun di bulan Juni 2024,” kata dia.
Josua mengatakan harga batu bara, nikel, dan tembaga mengalami penurunan masing-masing sebesar 4,9% mtm, 10,7% mtm, dan 4,8% mtm.
Kondisi yang sama juga terlihat dari kinerja impor yang diperkirakan mengalami kontraksi -8,53% mom. Sementara secara tahunan, kinerja impor diperkirakan akan meningkat menjadi 3,46%yoy dari -8,83%yoy di bulan Mei 2024.
“Pendorong utama kontraksi impor bulanan adalah melemahnya aktivitas manufaktur domestik, tercermin dari PMI Manufaktur Indonesia, yang mengalami penurunan yang cukup signifikan menjadi 50,7 di bulan Jun-24 dari bulan sebelumnya tercatat 52,1,” kata dia.
Josua mengatakan pelemahan aktivitas manufaktur di bulan Juni 2024 terutama disebabkan oleh tren depresiasi rupiah, yang menyebabkan sektor riil membatasi kegiatan impor.

