Surplus Neraca Perdagangan US$ 2,39 Miliar Juni, Berlanjut 50 Bulan Berturut-turut
JAKARTA, investortrust.id - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan barang Indonesia pada Juni 2024 mengalami surplus US$ 2,39 miliar, atau turun 0,54% secara bulanan. Namun, Plt Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Amalia Adininggar Widyasanti mengatakan, neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus selama 50 bulan berturut-turut.
“Dengan demikian, neraca perdagangan Indonesia tercatat mengalami surplus 50 bulan berturut-turut, sejak Mei 2020,” kata Amalia di kantornya, Jakarta, Senin (15/7/2024).
Amalia mengatakan surplus Juni 2024 secara tahunan juga turun 1,06%.
Baca Juga
Ditopang Ekspor Batu Bara
Surplus neraca perdagangan Juni 2024 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas yaitu sebesar US$ 4,43 miliar. Komoditas yang memberi sumbangan surplus yaitu bahan bakar mineral atau batu bara; lemak dan minyak hewan nabati yang mayoritas adalah minyak sawit; besi dan baja; serta beberapa komoditas lainnya.
“Adapun surplus neraca perdagangan nonmigas Juni 2024 lebih tinggi dibandingkan surplus bulan lalu dan bulan yang sama tahun lalu,” kata dia.
Meski begitu, Amalia mengatakan, neraca perdagangan migas Juni 2024 tercatat defisit US$ 2,04 miliar. Komoditas penyumbang defisit yaitu hasil minyak dan minyak mentah.
“Defisit neraca perdagangan migas Juni 2024 ini lebih dalam daripada bulan sebelumnya maupun dibandingkan bulan yang sama tahun lalu,” kata dia.
Baca Juga

