Menperin Colek Sri Mulyani soal Isi 26.000 Kontainer yang Tertahan
JAKARTA, investortrust.id - Menteri Perindustrian (Menperin) Agus Gumiwang Kartasasmita ingin mengetahui isi dalam 26.000 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, dan di Pelabuhan Tanjung Perak, Jawa Timur.
Menperin Agus mengaku hingga saat ini tidak mengetahui isi dari puluhan ribu kontainer yang tertahan itu. Untuk itu, Menteri Agus mempertanyakan, apakah isinya merupakan bahan baku atau produk jadi, seperti pakaian hingga barang elektronik.
"Saya juga pengen tahu tuh, 26.000 (kontainer) itu apa sih isinya, saya juga pengen tahu," ucap Menperin Agus saat ditemui di Gedung Kemenperin, Jakarta Selatan, Selasa (9/7/2024).
"Karena tentu kan barang-barang itu jangan-jangan bahan baku, kalau bahan baku di sektor apa, barang-barang itu jangan-jangan barang jadi, misalnya pakaian jadi, misalnya TV, elektronik, barang-barang elektronik yang jadi," tambahnya.
Menperin Agus mengaku telah melayangkan surat kepada Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani untuk mengetahui isi dari puluhan ribu kontainer yang tertahan di dua Pelabuhan besar tersebut.
Namun sayangnya, politikus Partai Golkar tersebut mengungkapkan hingga saat ini, suratnya tersebut belum mendapatkan respons dari Sri Mulyani.
"Kami sudah komunikasi, sudah mengirim surat, tetapi belum ada respon," ungkap Menperin Agus.
Sebelumnya, sebanyak 26.415 kontainer tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta dan Pelabuhan Tanjung Perak, Surabaya. Sebanyak 17.304 tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan 9.111 kontainer terhahan di Pelabuhan Tanjung Perak.
Menkeu Sri Mulyani Indrawati mengatakan pegawai Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai bekerja tanpa libur untuk membereskan 26.415 kontainer yang tertahan di Pelabuhan Tanjung Priok dan Tanjung Perak. Keputusan ini dilakukan agar proses administrasi kontainer yang tertahan dapat segera selesai.
Sri Mulyani mengatakan Ditjen Bea dan Cukai terus berkomunikasi dengan agen jasa pengiriman. Selain itu, terdapat penambahan pegawai untuk mempercepat proses administrasi kontainer yang tertahan.
“Jadi untuk Tanjung Priok 9.444 kontainer atau 54,6% sudah selesai. Sedangkan untuk Tanjung Perak 7.007 atau 76,9% sudah selesai,” kata dia.
Dia mengatakan, dari total kontainer yang dikeluarkan, 15.662 kontainer sudah selesai dari sisi kepabeanan, 73 kontainer di reekspor, dan 716 kontainer ada dalam pengawasan Ditjen Bea dan Cukai.

