Awal Pekan Rupiah Ditutup Melemah, Hampir Sentuh Rp 16.300/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah ditutup melemah terhadap dolar Amerika Serikat dalam perdagangan awal pekan ini, Senin (10/6/2024). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), rupiah ditutup melemah 72 poin ke level Rp 16.290/USD, setelah kemarin bertengger di posisi Rp 16.218/USD.
Sementara pada pasar spot sebagaimana dilansir Yahoo Finance hingga pukul 15.30 WIB, mata uang Garuda melemah 86 poin ke level Rp 16.275/USD. Menurut Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi, pelemahan rupiah seiring indeks dolar AS menguat hari ini, melanjutkan kenaikan tajam sejak Jumat (7/6/2024) lalu.
Kenaikan indeks dolar itu dipicu laporan nonfarm payrolls AS yang kuat, sehingga para trader secara tajam mengurangi ekspektasi penurunan suku bunga Fed Funds Rate pada September 2024. "Pasar fokus pada pertemuan The Fed mendatang, dengan keputusan suku bunga acuan AS akan dirilis pada hari Rabu," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Senin (10/6/2024).
Ibrahim menuturkan pelaku pasar memprakirakan bank sentral di negara dengan perekonomian terbesar itu akan mempertahankan suku bunga acuannya tetap stabil. Isyarat apa pun mengenai kebijakan di masa depan akan diawasi, terutama setelah ada tanda-tanda ketahanan inflasi dan pasar tenaga kerja di Negeri Paman Sam, berdasarkan data yang dirilis baru-baru ini.
Sejumlah pejabat The Fed telah memperingatkan bahwa bank sentral akan mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama dalam menghadapi inflasi yang tinggi dan kekuatan pasar tenaga kerja. "Data nonfarm payrolls yang kuat pada hari Jumat memperkuat gagasan ini," ujar Ibrahim.
Baca Juga
Minyak Menguat Dipicu Komentar Optimis Saudi dan Rusia di Awal Pekan, Ini Rentang Harganya
Sebelum keputusan The Fed pada hari Rabu, data inflasi indeks harga konsumen utama AS juga akan tersedia pada minggu ini. Datanya diperkirakan menunjukkan inflasi tetap jauh di atas target tahunan The Fed, sebesar 2% pada bulan Mei.

