Loyo, Rupiah Sentuh Rp 16.064/USD di Awal Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah menunjukkan performa loyo terdepresiasi terhadap indeks dolar Amerika Serikat (AS). Berdasarkan Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) Bank Indonesia (BI), mata uang Garuda melemah 69 poin ke level Rp 16.064/USD dari posisi Rp 15.995/USD pada penutupan Rabu (22/5/2024).
Sementara di pasar spot seperti dilansir Yahoo Finance, mata uang Garuda bergerak melemah 71 poin ke posisi Rp 16.060/USD hingga pukul 16.00 WIB.
Analis rupiah yang sekaligus Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengungkap saat ini pasar tengah menunggu isyarat lanjut terkait suku bunga acuan atau Fed Fund Rate dari data inflasi utama yang akan rilis pekan ini. Selain itu, hari libur pasar di Inggris dan AS membatasi volume perdagangan, begitu pula dengan kurangnya petunjuk langsung.
"Fokus minggu ini tertuju pada data indeks harga PCE alat pengukur inflasi pilihan The Fed yang akan dirilis pada hari Jumat (31 Mei 2024)," kata Ibrahim dalam keterangan resmi, Senin (27/5/2024).
Baca Juga
Kemudian ukuran inflasi pilihan Federal Reserve diprakirakan akan stabil dari bulan ke bulan. Greenback mengalami peningkatan kekuatan dalam beberapa hari perdagangan terakhir karena para pedagang terus mengabaikan ekspektasi penurunan suku bunga oleh The Fed tahun ini.
Menurut Ibrahim, pelaku pasar kini mempertimbangkan peluang yang lebih besar terkait The Fed akan mempertahankan suku bunga tetap stabil bahkan di bulan September, menurut alat CME Fedwatch. Prospek suku bunga yang tinggi untuk jangka waktu yang lebih lama merupakan pertanda baik bagi dolar dan buruk bagi mata uang Asia yang kaya akan risiko.
"Pelaku pasar juga menunggu lebih banyak isyarat dari importir komoditas utama China, terutama mengenai bagaimana Beijing berencana mendanai dan melaksanakan sejumlah langkah stimulus yang baru-baru ini diumumkan," ungkap Ibrahim.

