Awal Pekan, Kurs Rupiah Ditutup Melemah di Rp 15.191/USD
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat ditutup melemah dalam perdagangan awal pekan, Senin (23/9/2024) ini. Jisdor Bank Indonesia (BI) mencatat, kurs rupiah ditutup melemah 91 poin ke Rp 15.191/USD, dibanding Jumat lalu di level Rp 15.100/USD.
Dalam perdagangan valas antarbank yang dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak melemah terhadap greenback sebanyak 51 poin (0,34%) ke level Rp 15.195/USD. Mata uang Garuda sebelumnya ditutup di posisi Rp 15.144/USD.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuaibi mengatakan, Federal Reserve telah memangkas suku bunga acuan secara tajam minggu lalu dan mengumumkan dimulainya siklus pelonggaran moneter AS. "Isyarat lebih lanjut tentang kebijakan The Fed akan dirilis minggu ini, dengan sejumlah pejabat, terutama Ketua The Fed Jerome Powell yang akan berbicara dalam beberapa hari mendatang. Pengukur inflasi pilihan The Fed, data indeks harga PCE (personal consumption expenditures), juga akan dirilis pada hari Jumat," kata Ibrahim dalam keterangan di Jakarta, Senin (23/9/2024).
Baca Juga
Pendapatan Rp 1.777 Triliun dan Belanja Rp 1.930,7 Triliun, Defisit APBN Rp 153,7 Triliun
Larangan Perangkat Lunak Cina
Selain itu, lanjut Ibrahim, Departemen Perdagangan AS diperkirakan akan mengusulkan pelarangan perangkat lunak dan perangkat keras Cina pada kendaraan yang terhubung dan otonom di jalan-jalan Amerika Senin (23/9/2024) ini waktu setempat. Hal tersebut dikarenakan masalah keamanan nasional, kata dua sumber Reuters.
Media melaporkan, pemerintahan Presiden AS Joe Biden telah menyuarakan kekhawatiran serius mereka tentang pengumpulan data oleh perusahaan-perusahaan Cina pada pengemudi dan infrastruktur AS. Dikatakan pula ada potensi manipulasi asing terhadap kendaraan yang terhubung ke internet dan sistem navigasi.

