Kurs Rupiah Melemah pada Penutupan Perdagangan Awal Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Kurs rupiah ditutup melemah dalam perdagangan awal pekan, Senin (25/3/2024). Berdasar pantauan perdagangan spot antarbank, mata uang rupiah melemah 16 poin ke level Rp 15.799 per USD, dibanding Jumat (22/3/2024) lalu yang ditutup di posisi Rp 15.783 per USD.
Mata uang Garuda juga terpantau loyo di hadapan dolar Amerika Serikat berdasarkan data kurs Jisdor yang dirilis Bank Indonesia. Rupiah melemah ke level Rp 15.795 per USD, dibanding sebelumnya yang berada di level Rp 15.773 per USD pada Jumat (23/3/2024).
Analis mata uang rupiah Ibrahim Assuaibi menyebut keputusan The Fed yang yang masih mempertahankan Fed Funds Rate atau suku bunga acuan masih menjadi sentimen tren menguatnya indeks dolar terhadap mata uang Asia, termasuk rupiah. The Fed mempertahankan Fed Fund Rate antara 5,25% - 5,5% dan dinilai terjebak dalam proyeksi tiga kali pemotongan bunga acuan hingga akhir tahun ini.
Ia juga memprediksi The Fed tidak akan melakukan pemotongan FFR sampai mereka yakin bahwa inflasi di negara dengan ekonomi terbesar di dunia itu akan menurun secara berkelanjutan, menuju target 2%. "Sekitar 84 basis poin pemotongan diperkirakan terjadi pada tahun 2024, jauh lebih rendah dibandingkan sekitar 160 basis poin pada prediksi awal tahun ini," kata Ibrahim, Jakarta, Senin (25/3/2024).
Surplus Perdagangan Turun
Sementara terkait sentimen dalam negeri, Direktur Utama PT Laba Forexindo Berjangka tersebut menjelaskan situasi pasar saat ini terus mengamati surplus Neraca Perdagangan Indonesia yang terus menunjukkan tren penurunan beberapa waktu terakhir. Hal menarik, menurut Ibrahim, ketika impor meningkat tajam hingga 15,8% dan nilai ekspor turun menandakan banyak barang-barang konsumsi atau produk-produk dari luar negeri yang masuk ke dalam negeri.
"Hal ini pada akhirnya akan menggerus cadangan devisa nasional," sebutnya.
Baca Juga
Sebagai catatan, Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan nilai ekspor Februari 2024 sebesar USD 19,31 miliar, terkontraksi 9,4% (YoY). Sementara nilai impor mencapai USD 18,44 miliar, tumbuh 15,8% (YoY).
Sedangkan untuk perdagangan besok, Ibrahim memprediksi mata uang rupiah cenderung bergerak fluktuatif, namun masih akan ditutup melemah. Sedangkan pergerakannya di rentang Rp 15.780 - 15.850 per USD.

