Kurs Rupiah Melemah di Penutupan Perdagangan Kamis, 21 November 2024
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah dalam penutupan perdagangan Kamis (21/11/2024). Jisdor Bank Indonesia (BI) merilis rupiah melemah 84 poin ke level Rp 15.942/USD, yang sebelumnya berada pada posisi Rp 15.858/USD.
Sementara dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah hingga pukul 16.15 WIB bergerak melemah 61 poin (0.38%) ke level Rp 15.920/USD. Diketahui sebelumnya Yahoo Finance merilis kurs rupiah berada pada posisi Rp 15.859/USD.
Direktur PT Laba Forexindo Berjangka Ibrahim Assuiabi mengungkap, harapan untuk jalur penurunan suku bunga telah dikurangi, meskipun tidak stabil, dalam beberapa minggu terakhir. Pasar memperkirakan peluang penurunan suku bunga sebesar 25 basis poin sebesar 52% pada pertemuan Fed bulan Desember, turun dari 82,5% seminggu yang lalu, menurut FedWatch Tool milik CME.
Baca Juga
BI Tahan Bunga, Mengapa Rupiah Melemah Dekati Rp 16.000/USD Kamis?
"Sebuah jajak pendapat Reuters menunjukkan sebagian besar ekonom memperkirakan Fed akan memangkas suku bunga pada pertemuan bulan Desember, dengan penurunan yang lebih dangkal pada tahun 2025 daripada yang diharapkan sebulan yang lalu karena risiko inflasi yang lebih tinggi dari kebijakan Trump," kata Ibrahim dalam keterangan tertulis, Kamis (21/11/2024).
Komentar terbaru dari pejabat Fed, termasuk Ketua Jerome Powell, telah menunjukkan bahwa bank sentral bersikap lambat dan terukur dalam jalur penurunan suku bunganya. Pada hari Rabu, gubernur Fed Michelle Bowman dan Lisa Cook memaparkan visi yang bersaing tentang ke mana arah kebijakan moneter AS, dengan yang satu mengutip kekhawatiran yang berkelanjutan tentang inflasi dan yang lain menyatakan keyakinan bahwa tekanan harga akan terus mereda.
"Investor sedang menunggu Trump untuk menunjuk seorang menteri keuangan, salah satu jabatan kabinet dengan profil tertinggi yang mengawasi kebijakan keuangan dan ekonomi negara. Beberapa pilihan Trump lainnya telah menimbulkan pertanyaan tentang kualifikasi dan pengalaman mereka," jelas Ibrahim.

