Tutup Perdagangan Akhir Pekan, Rupiah Melemah ke Rp 15.623/Dolar AS
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah melemah 50 poin ke level Rp 15.623 per dolar AS dalam penutupan perdagangan akhir pekan, Jumat (16/02/2024). Analis rupiah Ibrahim Assuaibi menilai, pergerakan rupiah hari ini cenderung stagnan.
"Untuk perdagangan Senin depan, kurs rupiah diprediksi fluktuatif, dengan perkiraan ditutup menguat di rentang Rp 15.590 - Rp 15.650 per dolar AS. Sentimen internal seperti laporan surplus neraca perdagangan RI pada Januari 2024 sebesar US$ 2,02 miliar oleh BPS (Badan Pusat Statistik), belum mampu mengontraksi penguatan rupiah terhadap dolar," kata Ibrahim Assuaibi di Jakarta, dikutip Jumat (16/02/2024) sore.
| Pergerakan rupiah terhadap dolar AS. Infografis: Litbang Investortrust |
Ia menyebut, surplus neraca perdagangan pada Januari 2024 itu lebih rendah USD 1,27 miliar dibandingkan dengan bulan sebelumnya. Surplus juga lebih rendah dari bulan yang sama pada tahun lalu.
Surplus neraca perdagangan Januari 2024 ditopang oleh surplus neraca komoditas nonmigas sebesar USD 3,32 miliar. Ini di antaranya disumbang oleh komoditas bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta besi dan baja.
Sedangkan, neraca perdagangan untuk komoditas migas menunjukan defisit sebesar USD 1,30 miliar. Komoditas penyumbang defisit terutama hasil minyak dan minyak mentah.
Tiga negara menjadi penyumbang surplus neraca perdagangan nonmigas terbesar bagi Indonesia Yang pertama adalah India, dengan surplus RI senilai US$ 1,38 miliar. Ini didorong oleh komoditas ekspor bahan bakar mineral, lemak dan minyak hewan/nabati, serta bijih, terak, dan abu logam.
Kedua adalah Amerika Serikat dengan surplus RI sebesar US$ 1,21 miliar. Ketiga adalah Filipina sebesar US$ 0,63 miliar.

