Dolar Perkasa, Rupiah Tergelincir di Pembukaan Perdagangan Akhir Pekan
JAKARTA, Investortrust.id - Indeks dolar menguat seiring dengan pembukaan perdagangan akhir pekan, Jumat (23/2/2024). Nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar AS tergelincir ke level Rp15.602 per dolar AS setelah sebelumnya berada pada posisi Rp15.589 per dolar AS di penutupan perdagangan Kamis (22/2/2024).
Selain didorong oleh menguatnya indeks dolar, pengamat Ibrahim Assuaibi menyebut perdagangan kurs pagi ini juga masih erat kaitannya dengan sentimen eksternal seperti sikap pasar yang wait and see terhadap kebijakan stimulus pemerintah China.
"Sejumlah langkah dukungan dari pemerintah Tiongkok telah mendorong peningkatan komoditas dalam beberapa sesi terakhir. Namun pasar kini menunggu untuk melihat apakah pemerintah akan memberikan lebih banyak dukungan, mengingat perekonomian Tiongkok sedang mengalami pertumbuhan yang lemah selama tiga tahun," ucap Ibrahim, dikutip Jumat (23/02/2024).
Baca Juga
Sementara itu sentimen internal yang menopang adalah langkah Bank Indonesia (BI) yang akan terus memperkuat bauran kebijakan, khususnya melalui kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran, serta bersinergi dengan stimulus fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.
"Sebelumnya, pertumbuhan ekonomi RI di triwulan keempat 2023 didukung utamanya oleh kenaikan ekspor, peningkatan investasi bangunan, dan dampak positif pelaksanaan Pemilu. Berdasarkan lapangan usaha (LU), pertumbuhan ekonomi 2023 antara lain ditopang oleh lapangan usaha yang terkait mobilitas seperti Perdagangan Besar dan Eceran," katanya.
Analis tersebut memprediksi mata uang rupiah akan mengalami fluktuasi dan ditutup menguat pada rentang Rp15.500 - Rp15.620 per dolar AS, dalam penutupan perdagangan kurs antarbank, Jumat (23/02/2024) sore.

