Rupiah Menguat di Pembukaan Perdagangan Akhir Pekan
JAKARTA, investortrust.id - Mata uang rupiah dibuka menguat dalam perdagangan Jumat (6/9/2024) pagi. Dilansir Yahoo Finance, kurs rupiah bergerak menguat ke level Rp 15.379/USD, yang sebelumya berada di posisi Rp 15.394/USD.
Terkait dengan fluktuasi pergerakan indeks dolar Amerika Serikat (AS), Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) memberikan sejumlah catatan. Data ADP (Automatic Data Processing) AS menunjukkan pertumbuhan pekerjaan sektor swasta turun ke level terendah tahun 2021.
Sementara Challenger Report menunjukkan lonjakan pemutusan hubungan kerja dan JOLTS menggarisbawahi lowongan pekerjaan yang lebih rendah.
"Hal itu sejalan dengan kekhawatiran Ketua Fed Powell tentang melemahnya pasar tenaga kerja yang mendahului sinyal dovish yang agresif," kata Adry dalam keterangannya, Jumat (6/9/2024).
Baca Juga
Sementara itu PMI Layanan ISM AS (Indeks Purchasing Manager Index/PMI yang disusun oleh Institute for Supply Management di Amerika Serikat) secara tak terduga naik tipis pada Agustus ini dengan pesanan dan harga baru yang lebih tinggi, memangkas ruang untuk pemotongan suku bunga agresif oleh Fed.
PMI Layanan ISM di AS naik tipis menjadi 51,5 pada 24 Agustus 2024 dari 51,4 pada bulan sebelumnya, di atas ekspektasi pasar bahwa angka tersebut akan turun menjadi 51,1, untuk memperpanjang momentum positif dalam aktivitas bagi penyedia layanan AS.
Pesanan baru melanjutkan pemulihan bulan sebelumnya (53 vs. 52,4 pada Juli-24) untuk mencerminkan permintaan yang kuat dari klien, meskipun tingkat produksi meningkat pada kecepatan yang lebih lambat (53,3 vs. 54,5).
Di sisi lain, imbal hasil obligasi pemerintah IDR 10 tahun turun 2,80 bps menjadi 6,63% (+11,4 bps ytd), dan imbal hasil obligasi pemerintah USD 10 tahun (INDON) turun 3,60 bps menjadi 4,71% (-10,4 bps ytd).

