Pembukaan Perdagangan Awal Pekan, Rupiah Bergerak Melemah
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah bergerak melemah dalam pembukaan perdagangan awal pekan, Senin (1/7/2024). Dilansir dari Yahoo Finance, hingga pukul 08.30 WIB mata uang Garuda bergerak ke level 16.390/USD atau melemah 21 poin dibanding posisi pada penutupan perdagangan sebelumnya.
Kepala Ekonom PT Bank Mandiri (Persero) Tbk Andry Asmoro menyebut menguatnya indeks dolar Amerika Serikat (DXY) dipicu oleh sentimen kondisi funamental ekonomi negara tersebut. Di mana salah satunya adalah rilis data harga PCE Amerika Serikat (AS).
Harga PCE AS yang merupakan ukuran inflasi pilihan Federal Reserve, terus melambat menuju target bank sentral sebesar 2% pada bulan Mei 2024. Selain itu, harga PCE inti, yang merupakan panduan The Fed untuk mendasari inflasi, mengalami penurunan tajam dibandingkan kenaikan lebih cepat yang dialami sepanjang tahun ini.
Baca Juga
Tunggu Data Inflasi Pilihan The Fed, Wall Street Menguat Tipis
Namun demikian imbal hasil di seluruh kurva memangkas penurunannya setelah perkiraan akhir dari UM menunjukkan bahwa sentimen konsumen melambat kurang dari perkiraan sebelumnya. Seiring dengan hasil pendapatan dan belanja yang beragam selama periode tersebut, hasil tersebut masih mencerminkan latar belakang yang diperlukan bagi The Fed untuk memulai siklus penurunan suku bunganya pada tanggal 24 September, sebagaimana tercermin pada posisi hampir 60% pasar.
"Akhir pekan ini, di Amerika Serikat, perhatian investor akan terfokus pada laporan payrolls dan notulen rapat FOMC," kata Andry dalam keterangannya, Senin (1/7/2024).
Dalam perdagangan sebelumnya kurs Mandiri mencatat rupiah (28/06) terapresiasi sebesar 0,1% ke Rp 16,375/USD (terdepresiasi sebesar 6,4% ytd). Dan untuk perdagangan Senin 1 Juli 2024, ekonom Mandiri itu memprediksi rupiah akan bergerak fluktuatif di kisaran Rp 16.342 - Rp 16.420.

