Target RKP 2023 Belum Tercapai, Industri Pengolahan Masih Merah
JAKARTA, Investortrust.id - Peneliti Center of Macroeconomics and Finance dari Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Riza A. Pujarama menyebut target yang ditetapkan dalam Rencana Kerja Pemerintah (RKP) 2023 untuk mendorong daya saing industri pengolahan secara umum belum dapat tercapai hingga jelang akhir tahun.
“Capaiannya pada 2023 ini masih merah,” kata kata Riza saat Diskusi Publik Ekonom Perempuan Indef, yang digelar daring, Kamis (28/12/2023).
Riza mengatakan ada tiga indikator untuk melihat ketidaktercapaian ini. Indikator ini diturunkan prioritas nasional (PN) dalam RKP 2023 atau PN nomor 1 yang fokus untuk memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan berkualitas dan berkeadilan.
“Pertumbuhan PDB industri pengolahan ditargetkan 5,30-5,60%, kontribusi PDB industri pengolahan 20,60%, pertumbuhan ekspor industri pengolahan 11,18%” kata dia.
Hanya saja, berdasar capaian kuartal-II 2023, dua indikator tersebut belum mencapai target. Saat ini pertumbuhan PDB industri pengolahan masih tercatat 5,2% dan kontribusinya terhadap PDB berada di angka 18,74%. Adapun Pertumbuhan ekspor industri pengolahan, berdasarkan pertumbuhan nilai ekspor industri non-migas Januari-November 2023, mengalami kontraksi -3,45%.
Riza mengatakan ada lima indikator lain yang menunjukkan belum tercapainya RKP 2023. Lima indikator ini termuat dalam proyek prioritas di bawah PN 1. Lima indikator tersebut adalah pertumbuhan PDB industri pengolahan nonmigas, kontribusi industri pengolahan nonmigas, jumlah tenaga kerja industri pengolahan, dan kontribusi tenaga kerja di sektor industri terhadap total pekerja, serta nilai realisasi PMA dan PMDN industri pengolahan.
Dari data yang dipaparkan Riza, berdasar capaian kuartal-III, pertumbuhan PDB dari industri pengolahan nonmigas hanya tercapai 5,02% dari target 5,50-5,90%. Sementara itu untuk kontribusi yang dihasilkan masih berada di angka 16,83% dari target 18,80%.
Pertumbuhan nilai ekspor industri pengolahan nonmigas dari Januari-November 2023 juga masih menunjukkan rapor merah. Dari sisi tenaga kerja, sektor industri pengolahan baru menyerap 19,35 juta orang dari target 21,70 juta orang pekerja. Sementara itu, kontribusi tenaga kerja yang dihasilkan baru menyentuh 13,83% dari target 15,50.
“Juga ada perubahan target 2023 (realisasi PMA dan PMDN industri pengolahan) jadi Rp 483,9 triliun ini juga masih belum tercapai (masih di angka Rp 433,9 triliun)” ujar dia.
