Rupiah Melemah ke Rp18.075 per Dolar AS, Ketegangan Timur Tengah Tekan Pasar
JAKARTA, investortrust.id – Nilai tukar rupiah kembali melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan Kamis (9/7/2026). Rupiah turun 0,34% ke level Rp18.075 per dolar AS.
Pelemahan rupiah terjadi di tengah pergerakan beragam mata uang Asia. Yen Jepang menguat 0,09%, yuan China naik 0,11%, dolar Singapura menguat 0,07%, dan won Korea Selatan bertambah 0,11%.
Baca Juga
IHSG Dibuka Turun Tipis 0,13%, Sebaliknya Saham PRDL hingga BACK Cetak ARA
Di sisi lain, baht Thailand dan peso Filipina masing-masing melemah 0,11%, sedangkan rupee India turun lebih dalam sebesar 0,63%.
Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro mengatakan indeks dolar AS (DXY) relatif stabil di kisaran 101. Menurutnya, pelaku pasar masih mencermati eskalasi terbaru ketegangan di Timur Tengah.
Presiden AS Donald Trump menyatakan bahwa "sejauh yang saya lihat, gencatan senjata sudah berakhir". Ia juga mengancam akan melancarkan serangan tambahan terhadap Iran serta memblokade pelabuhan-pelabuhan negara tersebut.
Baca Juga
Target HargaSaham Dan Kinerja Keuangan Merdeka Coppr (MDKA) Direvisi Naik, Ini Penopangnya
Di saat yang sama, AS melancarkan serangan baru ke Iran dan mencabut pengecualian yang sebelumnya mengizinkan negara tersebut menjual minyak mentah ke pasar global. Perkembangan tersebut terjadi setelah serangkaian serangan terhadap kapal tanker yang melintasi Selat Hormuz dalam beberapa hari terakhir.
Meningkatnya ketegangan geopolitik mendorong harga minyak kembali melonjak, sehingga memicu kekhawatiran terhadap inflasi dan potensi pengetatan kebijakan moneter. Kondisi tersebut turut meningkatkan ekspektasi pasar terhadap kenaikan suku bunga The Fed, dengan probabilitas implisit kenaikan suku bunga pada September naik menjadi sekitar 69%, dari 58% pada hari sebelumnya.
