Pasar Eropa Melemah Dibayangi Ketegangan Timur Tengah
LONDON, investortrust.id - Pasar Eropa ditutup lebih rendah pada hari Selasa karena investor mengikuti perkembangan di Timur Tengah. Indeks regional Stoxx 600 berakhir melemah 1,6% dengan semua sektor dan bursa utama berada di wilayah negatif.
Baca Juga
Menanti Keputusan The Fed, Pasar Eropa Ditutup di Zona Hijau
Saham-saham pertambangan memimpin kerugian, turun 3,1%, sektor perbankan melemah 2,6%.
Saham telekomunikasi mengalami kerugian lebih kecil yaitu 1%, setelah Ericsson dari Swedia membukukan laba kuartal pertama yang lebih baik dari perkiraan. Saham naik 1,8%.
Ketegangan geopolitik meningkat setelah serangan drone dan rudal besar-besaran Iran terhadap Israel pada Sabtu malam. Israel telah berjanji untuk membalas, namun memberi isyarat bahwa mereka akan menunggu waktunya. Para sekutu telah menyerukan sikap tenang dan memperingatkan potensi perang yang jauh lebih besar di wilayah tersebut.
Pasar Asia-Pasifik mengalami aksi jual ketika dunia menunggu tanggapan Israel terhadap serangan udara Iran pada akhir pekan. Sebagian besar pasar utama di Asia kehilangan sekitar 2%. Data yang dirilis pada hari Selasa menunjukkan perekonomian Tiongkok tumbuh 5,3% pada kuartal pertama dibandingkan tahun lalu, lebih besar dari pertumbuhan 4,6% yang diperkirakan oleh para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Di sisi data Eropa, pengangguran di Inggris naik menjadi 4,2%, naik dari 3,9% tahun lalu, sementara pertumbuhan upah reguler tidak termasuk bonus naik lebih dari yang diperkirakan, sebesar 6%.
“Laporan ketenagakerjaan terbaru memiliki perbedaan, namun kami menduga sebagian besar pembuat kebijakan akan menganggapnya sebagai hawkish berdasarkan angka upah tersebut. Pada sisi lain, hal ini akan mengarah pada penurunan suku bunga pada bulan Agustus dibandingkan bulan Juni, meskipun hal ini masih sulit untuk dilakukan,” kata Ekonom Pasar Berkembang ING James Smith dalam sebuah catatan, seperti dikutip CNBC.
Saham-saham AS beragam pada hari Selasa. Perhatian di Amerika tertuju pada bank-bank besar, setelah Morgan Stanley dan Bank of America sama-sama mengalahkan estimasi pendapatan.
Baca Juga
