Bursa Eropa Menghijau di Tengah Lonjakan Harga Minyak dan Ketegangan Timur Tengah
Poin Penting
|
LONDON, investortrust.id – Pasar saham Eropa ditutup lebih tinggi pada Selasa (17/3/2026) meskipun harga minyak kembali melonjak di atas $100 per barel. Kekhawatiran pasokan terus meningkat di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah.
Indeks pan-Eropa Stoxx 600 ditutup naik 0,6%, dengan sebagian besar sektor dan bursa utama regional berada di zona hijau.
Baca Juga
Bursa Eropa Menguat Saat Perang Iran Memanas, Saham Commerzbank Melonjak Hampir 9%
Sektor utilitas, asuransi, telekomunikasi, serta minyak dan gas memimpin penguatan, sementara saham teknologi dan industri tertinggal dari kinerja indeks secara keseluruhan.
Harga minyak sempat naik hingga 4% sebelum memangkas kenaikan pada Selasa sore, seiring ketidakpastian yang masih membayangi koalisi pimpinan AS untuk melindungi jalur pelayaran melalui Selat Hormuz.
Pada pukul 16:35 waktu London, minyak acuan global Brent crude naik 1,5% ke $101,66 per barel. Sementara minyak mentah AS West Texas Intermediate naik hampir 1,2% menjadi $94,58 per barel.
“Pesan yang simpang siur datang dari pemerintahan Donald Trump terkait durasi perang, sementara pasar lebih fokus pada perkembangan di lapangan yang masih bersifat eskalatif,” kata Saul Kavonic, kepala riset energi di MST Marquee, dikutip CNBC.
Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan kepada CNBC pada Senin bahwa AS mengizinkan tanker minyak Iran melintas melalui selat tersebut.
Namun, Presiden Trump merasa “kecewa” setelah para pemimpin Eropa menolak terlibat dalam pengamanan Selat Hormuz. Sementara itu, serangan baru terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah semakin memperparah kekhawatiran pasokan.
Baca Juga
Trump Tekan Sekutu NATO Jaga Selat Hormuz, Uni Eropa Enggan Terlibat
Perhatian pelaku pasar kini beralih ke langkah bank sentral pekan ini, dengan Federal Reserve memulai pertemuan kebijakan dua hari pada Selasa.
The Fed terus mendapat tekanan dari Trump untuk menurunkan suku bunga, namun perang dengan Iran membuat pelaku pasar memperkirakan bank sentral akan menahan suku bunga saat mengumumkan keputusan kebijakan moneternya pada Rabu.

