Kurs Rupiah Melemah ke Rp 16.293 per Dolar AS saat Timur Tengah Memanas
JAKARTA, investortrust.id - Nilai tukar (kurs) rupiah melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada penutupan perdagangan Jumat (13/6/2025) sore ini. Jisdor Bank Indonesia (BI) melemah 56 poin (0,34%) ke level Rp 16.293 per dolar AS.
Pada perdagangan spot, data Bloomberg menunjukkan kurs rupiah merosot hingga 61 poin (0,38%) ke level Rp 16.303 per dolar AS.
Menurut pengamat pasar uang Ibrahim Assuaibi, kekhawatiran atas meningkatnya ketegangan di Timur Tengah secara tiba-tiba menyusul serangan Israel terhadap Iran yang memicu sentimen risk-off yang meluas. Selain itu, Investor juga khawatir tentang tekanan tarif lebih lanjut setelah Presiden Donald Trump mengatakan bahwa ia akan segera menaikkan tarif otomotif.
Israel mengatakan pada Jumat pagi bahwa mereka menyerang Iran, dan media Iran mengatakan ledakan terdengar di Teheran saat ketegangan meningkat atas upaya AS untuk memenangkan persetujuan Iran guna menghentikan produksi bahan untuk bom atom.
Baca Juga
Sirene berbunyi di seluruh Israel di tengah keadaan darurat yang dinyatakan saat ledakan mengguncang Teheran, dan Iran mengaktifkan pertahanan udaranya, demikian laporan media. Serangan Israel terhadap Iran ditujukan untuk merusak infrastruktur nuklirnya, pabrik rudal balistiknya, dan banyak kemampuan militernya, kata Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.
Menteri Luar Negeri AS Marco Rubio pada Kamis menyebut serangan Israel terhadap Iran sebagai "tindakan sepihak" dan mengatakan Washington tidak terlibat sementara juga mendesak Teheran untuk tidak menargetkan kepentingan atau personel AS di wilayah tersebut.
"Pembicaraan tarif Trump menambah suasana hati yang negatif Trump memperingatkan pada hari Kamis bahwa ia dapat segera menaikkan tarif otomotif, memicu kecemasan baru atas perdagangan hanya sehari setelah mengklaim bahwa kesepakatan perdagangan AS-Tiongkok telah selesai," tulis Ibrahim dalam laporannya, Jumat (13/6/2025).

