Saham SpaceX Meroket setelah Pendapatan Q3-2026 Tumbuh 161%, Musk Pertimbangkan Merger dengan Tesla
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id - Saham SpaceX melonjak 10% pada perdagangan Rabu (21/10/2026) setelah perusahaan antariksa milik Elon Musk tersebut membukukan pertumbuhan pendapatan yang kuat pada kuartal III-2026. Sentimen investor juga menguat setelah Musk mengungkapkan kemungkinan penggabungan SpaceX dengan produsen kendaraan listrik Tesla.
Baca Juga
Debut IPO Terbesar Global, SpaceX Melesat 19% di Hari Pertama Perdagangan
SpaceX mencatat pendapatan sebesar US$14,6 miliar pada kuartal III-2026, naik 161% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Capaian tersebut melampaui perkiraan konsensus analis LSEG sebesar US$12,72 miliar.
Perusahaan juga membukukan laba operasional US$2,8 miliar dan laba bersih US$4,4 miliar. Hasil ini berbalik dari kerugian bersih US$1,05 miliar pada kuartal yang sama tahun sebelumnya.
SpaceX mencatatkan sahamnya di Nasdaq melalui penawaran umum perdana (IPO) pada Juni 2026, yang menjadi IPO terbesar sepanjang sejarah. Kinerja kuartal ketiga tersebut menjadi perhatian investor karena menunjukkan pertumbuhan bisnis yang melampaui ekspektasi pasar.
Dalam konferensi pembahasan kinerja perusahaan, Musk mengatakan dirinya melihat manfaat dari kemungkinan penggabungan SpaceX dan Tesla. Menurutnya, kedua perusahaan dapat memperoleh keuntungan besar melalui kerja sama yang lebih erat, terutama di tengah perkembangan pesat kecerdasan buatan (AI).
Musk juga mengungkapkan bahwa dewan direksi kedua perusahaan telah membentuk komite khusus untuk membahas kemungkinan konsolidasi. Jika terealisasi, transaksi tersebut berpotensi menjadi merger terbesar dalam sejarah.
Namun, belum ada kepastian mengenai struktur transaksi, nilai penggabungan, ataupun jadwal penyelesaiannya. Karena itu, rencana tersebut masih perlu dibedakan dari kesepakatan merger yang telah resmi diumumkan.
Saham Tesla naik lebih dari 3% menjelang pengumuman laporan keuangan kuartal III setelah penutupan perdagangan. Kenaikan juga terjadi pada sejumlah perusahaan antariksa lainnya, termasuk Rocket Lab, Intuitive Machines, dan AST SpaceMobile.
Bisnis Internet Satelit Starlink
Pertumbuhan SpaceX terutama ditopang bisnis internet satelit Starlink serta ekspansi infrastruktur kecerdasan buatan yang kini disebut perusahaan sebagai Super Intelligence atau SI.
Baca Juga
Pendapatan unit bisnis SI melonjak sembilan kali lipat menjadi US$7,56 miliar pada kuartal III-2026, dibandingkan US$813 juta pada periode yang sama tahun sebelumnya. Angka tersebut menjadikan bisnis SI sebagai unit usaha terbesar SpaceX.
Direktur Keuangan SpaceX Bret Johnsen mengatakan perusahaan kembali mencatatkan kinerja kuartalan yang kuat. “Pertumbuhan pendapatan didorong momentum bisnis konektivitas yang berkelanjutan serta peningkatan signifikan pada bisnis infrastruktur kecerdasan buatan,” ujar Johnsen, dikutip CNBC.
SpaceX juga memberikan proyeksi pendapatan kuartal I-2027 sebesar US$33 miliar hingga US$37 miliar. Rentang tersebut jauh di atas perkiraan rata-rata analis LSEG sebesar US$22,2 miliar.
Proyeksi tersebut memperkuat optimisme terhadap prospek bisnis infrastruktur AI, yang membutuhkan kapasitas komputasi sangat besar untuk melatih dan menjalankan model kecerdasan buatan.
Analis Truist Securities menilai hasil SpaceX memberikan dukungan bagi pandangan optimistis terhadap penyedia layanan komputasi awan AI. Mereka melihat permintaan yang sangat tinggi dan menilai kapasitas komputasi SpaceX berpotensi disewakan beberapa kali lipat dari kapasitas yang tersedia.
Menurut analis tersebut, perusahaan penyedia layanan komputasi awan seperti CoreWeave dan Nebius berpeluang memperoleh manfaat dari permintaan tersebut. Kekuatan penetapan harga dinilai dapat mengimbangi kenaikan biaya pendanaan.
Meski demikian, saham Nebius dan CoreWeave bergerak sedikit melemah pada awal perdagangan Rabu, sementara Iren dan Applied Digital menguat.
Kinerja SpaceX menjadi perhatian di tengah kekhawatiran investor mengenai besarnya utang yang digunakan untuk membiayai ekspansi infrastruktur AI. Pasar masih menilai apakah lonjakan permintaan akan menghasilkan pendapatan dan keuntungan yang cukup untuk membenarkan besarnya investasi.
Dengan pertumbuhan pendapatan yang tinggi, peningkatan profitabilitas, serta kemungkinan penggabungan dengan Tesla, SpaceX kini berada di persimpangan antara bisnis antariksa, konektivitas satelit, dan kecerdasan buatan. Namun, realisasi proyeksi pendapatan dan kemampuan perusahaan menjaga profitabilitas akan tetap menjadi faktor penting bagi investor.
