Tesla dan SpaceX Untung Gede Gegara Kenaikan Bitcoin
JAKARTA, Investortrust.id - Tesla Inc dan SpaceX dilaporkan sebagai entitas bisnis yang mengalami keuntungan besar menyusul peningkatan nilai aset kripto Bitcoin yang belakangan mencapai nilai all time high.
Seperti dilaporkan, pada Selasa (12/3/2024), Bitcoin (BTC) mencapai titik tertinggi baru sepanjang masa (new all time high/ATH) di atas US$70.000 atau setara dengan Rp 1,08 miliar per keping, menyusul tingginya permintaan investor di ETF bitcoin spot AS yang baru diluncurkan tahun ini, serta proyeksi penurunan suku bunga global.
Peningkatan aset kripto yang dimiliki Tesla dan SpaceX diketahui setelah perusahaan analitik blockchain, Arkham Intelligence melacak dompet kripto perusahaan-perusahaan milik Elon Musk tersebut. Arkham menggunakan laporan keuangan dan aktivitas on-chain untuk menemukan dompet besar tersebut.
Dari hasil pelacakan tersebut, ditemukan bahwa Tesla Inc dan SpaceX memiliki total gabungan sekitar 19.800 Bitcoinyang tersebar di banyak dompet. Tesla diektahui memiliki sekitar 11.500 BTC di 68 dompet, sementara SpaceX memiliki sekitar 8.300 token di 28 dompet.
Dengan volume kepemilikan bitcoin tadi, SpaceX disebutkan mampu meraup keuntungan sebesar US$276 juta dari investasi tersebut, sementara Tesla mendapatkan hampir US$500 juta. Meskipun jumlah ini kecil dibandingkan dengan keuntungan dari operasi perusahaan, namun cukup signifikan dibandingkan dengan investasi lainnya.
Baca Juga
CEO Indodax Sebut Bitcoin Bisa Jadi Safe Haven Asset Seperti Emas, Kok Bisa?
Tesla mulai membeli Bitcoin pada Februari 2021, melakukan investasi yang belum pernah terjadi sebelumnya sebesar, dengan alokasi US$1,5 miliar ke token. Pembelian tersebut juga berkontribusi dalam reli Bitcoin yang terjadi kurang dari sebulan kemudian, dan Bitcoin mencatat rekor tertinggi.
Meskipun Tesla mengalami keuntungan besar dari investasi Bitcoin-nya, perusahaan sempat melakukan penjualan di waktu yang kurang tepat karena kebutuhan dana tunai. Mereka menjual hampir 30.000 Bitcoin pada Juni 2022, karena perusahaan membutuhkan uang tunai dan Musk ingin menunjukkan kemampuan Bitcoin dalam menangani transaksi besar. Bitcoin diperdagangkan sekitar US$25.000 pada saat penjualan tersebut dilakukan, jauh di bawah harga saat ini.
Sementara itu Tesla juga menjual sekitar 10% dari total kepemilikannya setelah Bitcoin mencapai rekor tertinggi baru di atas US$60.000 pada Maret 2021. Penjualan 4.320 Bitcoin menghasilkan lebih dari US$250 juta dalam bentuk dana tunai, demikian dilaporkan Benzinga, Rabu (13/3/2024).

