Elon Musk Dikabarkan Kaji Merger Tesla dan SpaceX, Berpotensi Masuk Lima Besar Pemegang Bitcoin Korporasi Dunia
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Elon Musk dilaporkan tengah menjajaki kemungkinan penggabungan usaha (merger) antara Tesla dan SpaceX. Ini sebuah langkah yang berpotensi menjadikan orang terkaya di dunia itu sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia dengan nilai aset mencapai US$ 3,3 miliar atau setara Rp 58,74 triliun dengan asumsi kurs Rp 17.800 per dolar AS.
Menurut rumor yang beredar, Musk telah membahas rencana tersebut dengan sejumlah pihak internal perusahaan. Penggabungan itu dinilai akan memperkuat integrasi bisnis Musk di sektor kendaraan listrik, kedirgantaraan, kecerdasan buatan (AI), pembayaran digital, hingga infrastruktur komunikasi.
Jika merger terealisasi, entitas gabungan Tesla dan SpaceX diperkirakan akan menguasai sekitar 30.221 Bitcoin. Berdasarkan harga pasar saat ini, nilai kepemilikan tersebut mencapai sekitar US$ 3,3 miliar.
Saat ini Tesla tercatat memiliki sekitar 11.509 Bitcoin, sementara SpaceX menguasai sekitar 18.712 Bitcoin berdasarkan data pengungkapan publik dan pelacakan treasury blockchain.
Baca Juga
Jumlah tersebut akan menempatkan perusahaan gabungan itu sebagai pemegang Bitcoin korporasi publik terbesar kelima di dunia, di bawah Strategy milik Michael Saylor, Twenty One Capital, Metaplanet, dan Marathon Digital Holdings.
CNBC, dilansir Kamis (28/5/2026) juga menyebut meningkatnya kolaborasi antara Tesla dan SpaceX dipicu kebutuhan infrastruktur energi dan kapasitas komputasi AI yang semakin besar. Sejumlah karyawan Tesla disebut telah lama memperkirakan merger kedua perusahaan pada akhirnya akan terjadi.
Di sisi lain, SpaceX juga dikabarkan tengah bersiap melantai di bursa Nasdaq setelah merger dengan perusahaan kecerdasan buatan milik Musk, xAI. SpaceX sebelumnya disebut memperoleh valuasi pasar privat sekitar US$ 1,25 triliun pada awal tahun ini.
Namun sayangnya, hingga kini baik Tesla maupun SpaceX belum memberikan konfirmasi resmi terkait rencana merger tersebut.
Baca Juga
Platform Media Sosial Elon Musk 'X' Siap Hadirkan Perdagangan Saham dan Kripto
Tesla sendiri mulai masuk ke pasar Bitcoin pada 2021 dan sempat menerima pembayaran kendaraan menggunakan aset kripto tersebut sebelum menghentikannya karena alasan lingkungan terkait aktivitas penambangan Bitcoin.
Selain itu, bank investasi Jefferies memperkirakan industri kripto dan blockchain akan mengalami lonjakan pencatatan umum perdana (initial public offering/IPO) saham dalam dua tahun ke depan. Jefferies menilai sektor tersebut berpotensi menjadi pasar publik senilai US$1 triliun dalam lima tahun mendatang seiring meningkatnya minat investor institusional terhadap infrastruktur blockchain dan tokenisasi aset keuangan.

