Harga IPO SpaceX Tembus Rp 2,43 Juta per Saham, Eksposur Bitcoin Elon Musk Jadi Perhatian Pasar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Perusahaan antariksa milik orang terkaya di dunia Elon Musk, SpaceX, berencana melakukan penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) saham senilai US$ 75 miliar atau setara Rp 1.350 triliun (kurs Rp 18.000 per dolar AS). Aksi korporasi ini berpotensi menjadikannya salah satu pencatatan saham terbesar dalam sejarah pasar modal dunia.
Dalam dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (SEC), SpaceX mengungkapkan rencana menawarkan sekitar 555,6 juta saham dengan harga US$ 135 per saham atau setara Rp 2,43 juta. Dengan skema tersebut, valuasi perusahaan diperkirakan mencapai US$ 1,75 triliun atau setara Rp 31.500 triliun.
Jika terealisasi, IPO tersebut tidak hanya menjadi tonggak penting bagi SpaceX, tetapi juga berpotensi memengaruhi pasar aset digital, terutama Bitcoin (BTC).
Melansir Coindesk, Kamis (4/6/2026) perhatian investor tertuju pada kepemilikan Bitcoin SpaceX yang mencapai 18.712 BTC atau senilai sekitar US$ 1,29 miliar atau sekitar Rp 23,22 triliun berdasarkan nilai wajar per 31 Maret. Jumlah tersebut menjadikan SpaceX sebagai salah satu pemegang Bitcoin korporasi terbesar di dunia. Di sisi lain, pada perdagangan Kamis pagi, harga BTC kian tertekan dan ada di posisi US$ 63.105 per koin usai jatuh 5,84% dalam 24 jam terakhir.
Baca Juga
Melalui pencatatan saham di bursa, eksposur terhadap aset kripto tersebut akan menjadi bagian dari struktur perusahaan publik, sehingga investor dapat memperoleh paparan tidak langsung terhadap bitcoin melalui kepemilikan saham SpaceX.
Posisi Bitcoin SpaceX semakin menarik perhatian setelah muncul laporan mengenai kemungkinan integrasi bisnis antara SpaceX dan Tesla. Produsen kendaraan listrik milik Elon Musk tersebut diketahui juga memiliki lebih dari 11.500 Bitcoin dalam neracanya.
Meski belum ada rencana resmi terkait merger kedua perusahaan, kombinasi kepemilikan Bitcoin Tesla dan SpaceX berpotensi menciptakan salah satu cadangan bitcoin korporasi terbesar di pasar publik apabila skenario tersebut terealisasi.
Selain dampaknya terhadap industri kripto, IPO SpaceX juga diperkirakan akan menjadi ujian bagi pasar modal global dalam menyerap kebutuhan pendanaan perusahaan-perusahaan teknologi berskala besar.
Pencatatan saham SpaceX yang direncanakan berlangsung tahun ini bertepatan dengan rencana penggalangan dana sejumlah perusahaan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) besar, termasuk OpenAI dan Anthropic. Secara total, kebutuhan pendanaan dari perusahaan-perusahaan tersebut diperkirakan melampaui US$ 240 miliar hingga akhir tahun.
Baca Juga
SpaceX Ungkap Kepemilikan Bitcoin Rp 23 Triliun Jelang IPO Raksasa
Analis menilai gelombang IPO dan penggalangan dana perusahaan teknologi berkapitalisasi besar berpotensi mengalihkan arus investasi dari aset berisiko lainnya, termasuk aset kripto. Kondisi tersebut dapat menciptakan tekanan likuiditas jangka pendek di pasar Bitcoin dan aset digital lainnya karena investor institusional maupun ritel melakukan realokasi portofolio.
Pasalnya, Bitcoin dan aset kripto selama ini bersaing dengan saham teknologi dan perusahaan bertumbuh tinggi dalam memperebutkan alokasi modal dari investor yang mencari imbal hasil tinggi. Meningkatnya minat terhadap saham SpaceX dan emiten teknologi besar lainnya berpotensi mengurangi aliran dana ke pasar kripto dalam jangka pendek.

