SpaceX Milik Elon Musk Bidik IPO 2026, Incar Dana Lebih dari US$ 25 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - SpaceX, perusahaan antariksa milik Elon Musk, tengah mempersiapkan langkahnya menuju penawaran umum perdana (initial public offering/IPO) pada 2026.
Melansir Reuters, Rabu, (10/12/2025), menurut seorang sumber yang mengetahui rencana tersebut, SpaceX menargetkan penghimpunan dana lebih dari US$ 25 miliar dengan valuasi yang diproyeksikan menembus US$ 1 triliun.
Sumber tersebut menyebutkan bahwa SpaceX telah memulai pembicaraan dengan sejumlah bank terkait rencana pencatatan saham publik yang diperkirakan berlangsung sekitar Juni atau Juli tahun depan.
Rencana IPO ini sejalan dengan pernyataan Musk pada 2020, ketika ia mengatakan bahwa SpaceX berniat membawa Starlink ke lantai bursa setelah pendapatan bisnis satelit itu menjadi “lancar & dapat diprediksi”. Hingga saat ini, SpaceX belum memberikan komentar resmi atas laporan tersebut.
Baca Juga
Jika terealisasi, SpaceX berpotensi menjadi perusahaan teknologi berikutnya dengan valuasi jumbo, menyusul Saudi Aramco yang hingga kini masih menjadi satu-satunya IPO yang debut dengan valuasi di atas US$ 1 triliun. Perusahaan minyak raksasa tersebut mencatatkan kapitalisasi pasar sekitar US$ 1,7 triliun saat melantai pada Desember 2019.
SpaceX dikabarkan bakal menggunakan dana IPO untuk mempercepat pengembangan pusat data berbasis ruang angkasa, termasuk pembelian chip berteknologi tinggi yang diperlukan untuk operasionalnya. Ide tersebut telah disinggung Musk dalam sebuah acara bersama Baron Capital, seperti dilaporkan Bloomberg News.
Bloomberg juga melaporkan bahwa pendapatan SpaceX diproyeksikan mencapai US$ 15 miliar pada 2025, dan meningkat menjadi US$ 22 miliar hingga US$ 24 miliar pada 2026. Sebagian besar pendapatan tersebut diperkirakan berasal dari Starlink, layanan internet berbasis satelit yang kini menjadi tulang punggung bisnis SpaceX.
Pekan lalu, sejumlah laporan media menyebutkan bahwa SpaceX memulai penjualan saham sekunder yang menempatkan valuasi perusahaan di kisaran US$ 800 miliar, bersaing ketat dengan OpenAI sebagai perusahaan swasta paling berharga di dunia. Namun, Musk membantah laporan tersebut pada Sabtu lalu, menyebutnya tidak akurat.

