Kapal Tanker Mulai Ramai Melintas di Selat Hormuz, Harga Minyak Turun Tajam
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak dunia kembali turun tajam pada perdagangan Rabu (24/6/2026) seiring dengan makin banyaknya kapal tanker yang berhasil melintasi Selat Hormuz. Hal ini memicu optimisme bahwa gangguan pasokan energi dari Timur Tengah mulai mereda.
Baca Juga
Harga Minyak Turun Dipicu Optimisme Perdamaian AS-Iran, Pasar Pantau Selat Hormuz
Dikutip dari CNBC, minyak West Texas Intermediate (WTI) pada perdagangan Rabu (24/6/2026) turun ke level US$70,34 per barel setelah sempat menyentuh titik terendah harian di US$69,63 per barel. Ini menjadi pertama kalinya kontrak WTI turun di bawah US$70 sejak 2 Maret.
Sementara itu, minyak Brent yang menjadi acuan internasional merosot 4,3% dan berakhir di level US$73,74 per barel, posisi terendah sejak sebelum AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari lalu.
Penurunan harga minyak tersebut terjadi di tengah membaiknya arus lalu lintas kapal di Selat Hormuz, jalur yang selama berbulan-bulan menjadi pusat ketegangan geopolitik dan kekhawatiran pasar energi global.
Presiden AS Donald Trump turut menyoroti perkembangan tersebut dengan mengkritik perusahaan-perusahaan minyak yang dinilainya belum menurunkan harga bahan bakar secara sebanding dengan penurunan harga minyak mentah.
“Perusahaan minyak besar tidak menurunkan harga di pompa bensin sesuai dengan penurunan tajam harga minyak yang mereka beli. Harga minyak turun seperti batu,” tulis Trump melalui platform Truth Social.
Trump bahkan menuding konsumen mengalami praktik pengambilan keuntungan berlebihan dan mengaku telah meminta Departemen Kehakiman AS untuk melakukan penyelidikan.
Namun, Karen Young, peneliti senior dari Columbia University Center on Global Energy Policy, menilai pernyataan Trump lebih bersifat politis dibanding mencerminkan mekanisme pasar yang sebenarnya.
Menurut Young, harga bensin di Amerika Serikat dipengaruhi berbagai faktor, termasuk pajak negara bagian dan lokal, serta membutuhkan waktu beberapa minggu sebelum penurunan harga minyak mentah diteruskan ke tingkat kilang dan akhirnya ke konsumen.
"Ada pajak negara bagian dan lokal, yang diterapkan pada harga bensin di SPBU di Amerika Serikat," kata Young dalam acara "Access Middle East" CNBC.
Selain sentimen harga, pasar juga memperoleh dorongan positif dari rencana evakuasi ribuan pelaut yang sempat terjebak di kawasan Teluk Persia akibat gangguan pelayaran selama konflik.
Baca Juga
Selat Hormuz Dibuka Bertahap, IMO Sebut 11.000 Pelaut Akan Dievakuasi dari Teluk Persia
Organisasi Maritim Internasional (IMO) menyatakan lebih dari 11.000 pelaut akan mulai keluar melalui Selat Hormuz setelah seluruh jaminan keamanan berhasil diperoleh.
