Trump Klaim Kesepakatan AS-Iran Buka Selat Hormuz, Harga Minyak Merosot Tajam
Poin Penting
|
WASHINGTON DC, investortrust.id - Harga minyak dunia merosot tajam pada perdagangan Minggu (14/6/2026) setelah Presiden AS, Donald Trump, mengumumkan bahwa Washington dan Teheran telah menyelesaikan kesepakatan untuk membuka kembali Selat Hormuz. Jalur pelayaran energi terpenting dunia itu selama beberapa bulan terakhir menjadi pusat krisis geopolitik global.
Baca Juga
Dikutip dari CNBC, kontrak berjangka minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS turun 4,8% menjadi US$80,80 per barel. Minyak Brent, acuan internasional, melemah 3,9% ke level US$83,89 per barel.
Penurunan tajam tersebut mencerminkan optimisme pasar bahwa risiko gangguan pasokan energi global akan segera berakhir setelah tercapainya kesepakatan damai antara AS dan Iran.
Trump: Kesepakatan Sudah Selesai
Dalam unggahan di Truth Social, Trump menyatakan bahwa kesepakatan dengan Iran kini telah rampung.
"Kesepakatan dengan Republik Islam Iran sekarang telah selesai," tulis Trump.
Menurutnya, Selat Hormuz akan dibuka tanpa sistem tarif atau pungutan bagi kapal yang melintas, sementara AS akan segera mengakhiri blokade laut terhadap Iran. "Kapal-kapal dunia, nyalakan mesin kalian. Biarkan minyak mengalir!" tulis Trump.
Sebelum konflik pecah, sekitar 20% pasokan minyak dunia melewati Selat Hormuz. Namun lalu lintas kapal tanker anjlok tajam sejak awal Maret akibat serangan Iran dan meningkatnya risiko keamanan di kawasan.
Gangguan tersebut memicu krisis pasokan minyak terbesar dalam sejarah modern dan mendorong harga energi global melonjak tajam.
Penandatanganan Resmi di Swiss
Perdana Menteri Pakistan, Shehbaz Sharif, yang selama ini berperan sebagai mediator utama antara Washington dan Teheran, mengonfirmasi bahwa kedua negara telah menyetujui penghentian permanen seluruh operasi militer.
Kesepakatan tersebut mencakup penghentian konflik di seluruh front, termasuk wilayah Lebanon yang dalam beberapa pekan terakhir kembali memanas.
Sharif mengatakan penandatanganan resmi perjanjian damai akan dilakukan pada 19 Juni di Swiss.
"Kami berterima kasih kepada Amerika Serikat dan Republik Islam Iran atas komitmen mereka untuk menemukan solusi diplomatik bagi konflik ini," ujarnya.
Menurut Sharif, sejumlah pertemuan teknis akan digelar dalam beberapa hari mendatang guna mempersiapkan implementasi kesepakatan serta upacara penandatanganan resmi.
Pasar energi menyambut positif perkembangan tersebut karena pembukaan kembali Selat Hormuz diperkirakan akan segera memulihkan arus pengiriman minyak global.
Baca Juga
Trump Ungkap Operasi Rahasia Hormuz, Klaim Amankan 100 Juta Barel Pasokan Minyak Dunia
CEO perusahaan tanker minyak Frontline Plc, Lars Barstad, sebelumnya mengatakan lalu lintas kapal tanker kemungkinan akan kembali normal dengan cepat apabila tercapai kesepakatan yang kredibel.
"Saya sangat optimistis begitu AS dan Iran mencapai kesepakatan, setidaknya untuk tidak menyerang kapal-kapal, maka pengiriman akan kembali berlangsung dengan cepat," bebernya kepada CNBC.
Bagi pasar energi global, pembukaan kembali Hormuz menjadi sinyal penting bahwa salah satu risiko geopolitik terbesar tahun ini mulai mereda, membuka peluang penurunan harga minyak lebih lanjut dalam beberapa pekan mendatang.
