Harapan Kesepakatan Hormuz Menguat, Harga Minyak Merosot Lebih dari 5%
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak dunia merosot tajam setelah Menteri Keuangan Amerika Serikat Scott Bessent mengisyaratkan peluang tercapainya kesepakatan pembukaan Selat Hormuz dalam beberapa hari ke depan.
Minyak Brent, yang menjadi acuan global, turun 5,3% dan ditutup pada US$79,36 per barel pada perdagangan Selasa (4/8/2026) waktu AS. Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 5,7% menjadi US$75,77 per barel.
Baca Juga
AS Sebut Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz Segera Tercapai, Bessent: Bisa Hari Ini atau Besok
Penurunan terjadi setelah Bessent mengungkapkan bahwa Washington sedang melakukan pembicaraan intensif dengan Iran.
"Kami sedang berdiskusi dengan Iran. Ada peluang kesepakatan hari ini atau besok untuk membuka kembali Selat Hormuz dan membawa situasi menuju kondisi yang lebih normal," ujarnya.
Menurut sejumlah diplomat yang dikutip Bloomberg, Iran juga sedang mempertimbangkan memberikan izin kepada negara-negara Eropa untuk membantu membersihkan ranjau laut di Selat Hormuz. Ranjau menjadi salah satu hambatan utama bagi normalisasi lalu lintas kapal.
Presiden Donald Trump sebelumnya mengatakan bahwa ia membatalkan rencana serangan besar terhadap Iran demi memberi kesempatan bagi proses negosiasi.
Meski demikian, sejumlah analis masih meragukan prospek keberhasilan kesepakatan tersebut.
Direktur Strategi Komoditas TD Securities Ryan McKay menilai Iran kemungkinan besar tidak akan menerima kesepakatan tanpa memperoleh kendali lebih besar atas Selat Hormuz.
"Iran kecil kemungkinan menyetujui kesepakatan tanpa memperoleh kontrol atas selat. Karena itu kami menilai peluang keberhasilan masih rendah," katanya, seperti dikutip CNBC.
Baca Juga
Iran Bantah Ada Perundingan dengan AS, Fokus Bahas Selat Hormuz Bersama Oman
McKay juga memperkirakan ekspor minyak melalui Hormuz tidak akan meningkat secara signifikan sekalipun kesepakatan tercapai, karena volume pengiriman saat ini sudah mendekati kapasitas produksi yang tersedia.
Di tengah negosiasi tersebut, insiden keamanan masih terjadi. Sebuah kapal kargo dilaporkan terkena proyektil tak dikenal sekitar 20 mil laut di timur laut Al Khasab, Oman, menurut laporan United Kingdom Maritime Trade Operations Centre (UKMTO).
