Harga Minyak Naik Lebih dari 1%, Pasar Tunggu Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz
Poin Penting
|
NEW YORK, investortrust.id – Harga minyak dunia masih bergerak naik. Investor menantikan kesepakatan yang disebut-sebut akan membuka kembali Selat Hormuz bagi pelayaran internasional.
Baca Juga
Wall Street Merah Dipicu ‘Profit Taking’ dan Ketidakpastian Hormuz, Dow Anjlok Hampir 500 Poin
Dikutip dari CNBC, minyak mentah Brent, acuan global, naik lebih dari 1% dan ditutup di level US$83,55 per barel pada perdagangan Jumat (7/8/2026). Minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) Amerika Serikat menguat sekitar 1% menjadi US$78,18 per barel. Namun, keduanya masih mencatat penurunan lebih dari 7% sepanjang pekan.
Pasar sebelumnya berharap kesepakatan dapat segera diumumkan setelah Menteri Keuangan AS Scott Bessent mengatakan bahwa perjanjian mengenai kebebasan navigasi di Selat Hormuz dapat tercapai secepatnya. Presiden Donald Trump dan Menteri Luar Negeri Marco Rubio juga memberi sinyal bahwa pengumuman tinggal menunggu waktu.
Baca Juga
AS Sebut Kesepakatan Pembukaan Selat Hormuz Segera Tercapai, Bessent: Bisa Hari Ini atau Besok
Namun hingga Jumat, kesepakatan tersebut belum juga diumumkan.
Di tengah penantian itu, aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz justru menurun. Data perusahaan intelijen perdagangan Kpler menunjukkan lalu lintas kapal turun sekitar 33% dibandingkan hari sebelumnya, dengan sebagian besar kapal memilih melintasi jalur perairan Iran.
Sejumlah laporan media menyebut Iran dan Oman tengah menyusun kesepakatan untuk mengatur jalur pelayaran di Selat Hormuz. Dalam skema tersebut, kapal yang memasuki Teluk Persia akan melintas melalui perairan Iran, sedangkan kapal yang keluar akan menggunakan jalur perairan Oman.
Namun di sisi lain, media pemerintah Iran pada Kamis mempublikasikan rancangan aturan yang justru memperketat lalu lintas di Selat Hormuz. Rancangan tersebut masih dibahas parlemen Iran.
Baca Juga
Draft Iran Larang Kapal AS-Israel Lewati Hormuz, Washington Tolak Keras
Berdasarkan rancangan itu, Iran akan melarang kapal Amerika Serikat dan Israel melintasi Selat Hormuz. Selain itu, negara-negara yang dianggap telah merugikan Iran juga dilarang menggunakan jalur tersebut hingga memberikan kompensasi.
Ketidakpastian mengenai masa depan salah satu jalur perdagangan minyak paling penting di dunia tersebut membuat pelaku pasar tetap berhati-hati meski harga minyak berhasil pulih pada akhir pekan.

