Dompet Dhuafa Siapkan Penanganan Bencana NTT hingga 2 Tahun
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Dompet Dhuafa menyiapkan penanganan jangka panjang bagi masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Lembaga filantropi tersebut memperkirakan proses pendampingan dan pemulihan korban bencana dapat berlangsung hingga dua tahun.
Ketua Pengurus Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, penanganan bencana tidak hanya dilakukan pada fase tanggap darurat yang berlangsung dalam hitungan hari atau minggu. Sehingga, Dompet Dhuafa juga akan mempersiapkan program pemulihan bagi masyarakat yang terdampak bencana.
"Kami menyiapkan diri untuk menangani bencana dalam jangka panjang di Nusa Tenggara Timur ini bukan hitungannya hari, bukan hitungan minggu, bahkan kami menyiapkan diri untuk sampai tahunan, setidaknya sampai dua tahun," ujar Ahmad dalam konferensi pers di Kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Menurut Ahmad, berdasarkan pengalaman Dompet Dhuafa dalam menangani bencana besar, kebutuhan masyarakat terdampak tidak berhenti setelah bantuan darurat seperti makanan, obat-obatan dan layanan kesehatan terpenuhi.
Setelah fase tanggap darurat, Dompet Dhuafa akan melakukan pemetaan terhadap wilayah dan kelompok masyarakat yang masih membutuhkan bantuan. Tahapan tersebut diperlukan untuk menentukan bentuk dukungan yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Baca Juga
Dompet Dhuafa Targetkan Kumpulkan Dana Rp30 Miliar untuk Pemulihan Bencana NTT
"Kami akan terus juga melihat di daerah mana, di wilayah mana ataupun di korban-korban mana yang mungkin masih perlu dibantu," ungkapnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disaster Management Center Dompet Dhuafa Shofa Qudus menjelaskan, Dompet Dhuafa telah mengerahkan puluhan personel untuk mendukung penanganan bencana. Tim tersebut berasal dari sejumlah wilayah, termasuk NTT, Jakarta, dan Jawa Timur.
Untuk mempercepat distribusi bantuan, Dompet Dhuafa juga membentuk sejumlah pos layanan di wilayah terdampak. Pos tersebut antara lain berada di Ruteng, Reo, Ronting, Sape, Nagekeo, Maumere, dan Ende.
"Jadi kekuatan kami di tim bersama teman-teman Reo sampai saat ini mencapai sekitar 31-40 orang, belum lagi dengan teman-teman di kesehatan," jelas Shofa.

