Kurban Tembus Pelosok, Dompet Dhuafa Salurkan ke Aceh, NTT, Lampung dan Jawa Timur
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id – Dompet Dhuafa bersama Masjid Jenderal Sudirman menyalurkan hewan kurban ke sejumlah wilayah terpencil di Indonesia pada Iduladha 1447 Hijriah. Melalui Program Tebar Hewan Kurban (THK) 1447 H, sebanyak 24 domba dan 3 sapi disembelih dan didistribusikan kepada masyarakat di Lampung, Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), dan Aceh. Program ini menjangkau 378 penerima manfaat yang selama ini memiliki akses terbatas terhadap daging kurban.
Kolaborasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas manfaat kurban hingga ke daerah yang jarang tersentuh distribusi bantuan. Selain memenuhi kebutuhan pangan, program ini juga menghadirkan suasana perayaan Iduladha bagi masyarakat yang tinggal di wilayah terpencil maupun kelompok rentan.
Program THK 1447 H secara khusus menyasar masyarakat di pelosok yang menghadapi berbagai keterbatasan akses. Dalam pelaksanaannya, tim lapangan harus menempuh perjalanan panjang dan medan yang menantang untuk memastikan daging kurban sampai ke tangan penerima manfaat.
Baca Juga
Kurban Dompet Dhuafa Tumbuh 12,93% hingga Jangkau 2,5 Juta Penerima Manfaat
Selain wilayah terpencil, program tersebut juga menjangkau komunitas mualaf. Salah satu lokasi distribusi berada di Desa Merdeka, Manusuk, Kupang, NTT, yang dihuni banyak keluarga eks Timor Timur.
"Alhamdulillah, kami bersyukur atas pemberian bantuan dari para muslimin. Ini sangat membantu kami dalam merayakan Iduladha. Semoga para donatur tidak henti-hentinya berbagi kepada kami dan semoga menjadi amal ibadah yang diterima Allah SWT," ujar Kasim Dosantos, salah satu penerima manfaat di Kupang, NTT dikutip Rabu (17/6/2026).
Kebahagiaan serupa juga dirasakan warga Dusun Margahayu, Labuhan Ratu Tujuh, Way Kambas, Kabupaten Lampung Timur. Untuk mencapai wilayah tersebut, perjalanan dari Bandar Lampung memerlukan waktu berjam-jam melalui jalur darat.
Perayaan Iduladha semakin semarak pada hari Tasyrik pertama, Kamis (28/5/2026). Sejak pagi, warga telah berkumpul di sekitar musala untuk bergotong royong menyiapkan proses penyembelihan dan pengolahan daging kurban.
Para ibu terlihat menyiapkan tungku, kuali, dan peralatan memasak berukuran besar. Sementara itu, para pria mengambil peran dalam proses penyembelihan, pengulitan, hingga pencacahan daging. Semangat kebersamaan menjadi pemandangan yang menonjol sepanjang kegiatan berlangsung.
“Alhamdulillah bu, di sini biasa semuanya gotong royong Alhamdulilllah semuanya pada menantikan kurban ini karena setahun sekali kan, makasih ya bu sudah antarkan kurban buat kami InsyaAllah masyarakat di sini senang semua,” ujar Siti Nur Halimah, salah satu juru masak di Dusun Margahayu.
Di Jawa Timur, distribusi kurban dilakukan di Dusun Merak, Kecamatan Banyuputih, Kabupaten Situbondo. Wilayah tersebut baru mendapatkan akses listrik sehingga proses distribusi menghadapi tantangan tersendiri.
Jarak antarrumah yang cukup berjauhan membuat pendistribusian harus dilanjutkan hingga malam hari. Tim lapangan bersama warga menggunakan sepeda motor dan berjalan kaki untuk memastikan seluruh keluarga menerima bagian daging kurban.
“Iya, terima kasih masyarakat di sini sudah senang ada Dompet Dhuafa di sini. Ya, semoga tahun depan bisa ke sini lagi," tutur salah seorang warga penerima manfaat sambil tersenyum saat menerima paket daging kurban.
Hadir untuk Wilayah Terdampak Bencana
Dompet Dhuafa juga mengapresiasi kolaborasi yang terjalin dengan Masjid Jenderal Sudirman dalam pelaksanaan program kurban tahun ini.
Baca Juga
Jalankan Program Kawasan Sehat, Dompet Dhuafa Raih Penghargaan dari Pemkab Muara Enim
Menurut Dompet Dhuafa, kerja sama tersebut tidak hanya bertujuan menyalurkan hewan kurban, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial terhadap masyarakat yang tengah menghadapi berbagai tantangan kehidupan.
Salah satu wilayah yang menjadi sasaran distribusi adalah Desa Cempeudak, Kecamatan Tanah Jambo Aye, Kabupaten Aceh Utara. Kawasan tersebut termasuk daerah yang terdampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.
Banjir bandang dan tanah longsor yang melanda wilayah tersebut menyebabkan kerusakan permukiman, infrastruktur, lahan pertanian, serta peternakan warga. Perubahan aliran sungai yang menjadi lebih deras turut memperparah dampak bencana dan mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat setempat.

