Dompet Dhuafa Siap Distribusikan 81 Ton Bantuan Logistik untuk Korban Gempa NTT
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id - Dompet Dhuafa memberangkatkan bantuan logistik untuk korban bencana gempa bumi berkekuatan M 7,7 yang terjadi di Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut rencananya akan dikirimkan melalui jalur laut dan darat ke sejumlah titik terdampak dengan target 81 Ton yang dilakukan secara berkala.
Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini mengatakan, bantuan tahap awal difokuskan pada respons cepat untuk menyelamatkan korban yang kemungkinan masih tertimpa atau terhimpit bangunan maupun benda-benda akibat gempa.
Baca Juga
85% Konektivitas Pulih, TelkomGroup Percepat Pemulihan Layanan Pascagempa NTT
Pada kesempatan ini Dompet Dhuafa melepas pemberangkatan bantuan dari Bajo dengan kapal cepat dan Ende dengan truk. Total bantuan yang diberangkatkan sekitar 9 ton pada tahap awal ini. Pelepasan dipimpin Ketua Pengurus Yayasan Dompet Dhuafa Ahmad Juwaini secara daring dari Jakarta.
"Dompet Dhuafa sejak hari pertama sudah langsung merespons dengan mengirimkan bantuan, bisa disebut seperti bantuan reaksi cepat untuk menangani situasi-situasi darurat," ujar Ahmad saat konferensi pers di kantor Dompet Dhuafa, Jakarta Selatan, Selasa (18/8/2026).
Menurutnya, fase awal setelah gempa menjadi periode penting dalam upaya penyelamatan korban. Sebab, keterlambatan dalam memberikan pertolongan dapat meningkatkan risiko korban meninggal dunia. Untuk itu, Dompet Dhuafa mengerahkan bantuan untuk melakukan pertolongan dan evakuasi terhadap masyarakat yang masih memungkinkan untuk diselamatkan.
Setelah fase penyelamatan awal, bantuan kemudian diperluas untuk memenuhi kebutuhan dasar para penyintas. Bantuan tersebut mencakup makanan, layanan kesehatan bagi masyarakat yang mengalami luka maupun gangguan kesehatan, serta penyediaan tempat pengungsian.
Ahmad mengatakan, sebagian masyarakat masih memilih bertahan di lokasi pengungsian karena khawatir terhadap gempa susulan. Kondisi tersebut membuat kebutuhan dasar para penyintas perlu terus dipenuhi. Dompet Dhuafa pun melakukan pemetaan dan penyisiran ke sejumlah wilayah untuk mengidentifikasi masyarakat yang masih membutuhkan bantuan.
"Kami akan terus juga melihat di daerah mana, di wilayah mana ataupun di korban-korban mana yang mungkin masih perlu dibantu. Kita harus sedikit melihat situasi kondisi di lapangan yang lebih jauh lagi, lebih luas lagi, gampangnya itu seperti menyisir kalau-kalau ada korban-korban yang masih perlu dibantu," paparnya.
Selain makanan dan obat-obatan, Dompet Dhuafa juga memperhatikan kebutuhan kelompok rentan di lokasi pengungsian, termasuk kebutuhan bayi serta kebutuhan perempuan seperti pembalut yang kerap luput dalam penyaluran bantuan bencana.
Baca Juga
Dompet Dhuafa dan Parfi 56 Galang Dana untuk Seniman Lewat Pertunjukan 'Meradjoet Sendja'
Lebih lanjut. Ahmad menegaskan, respons Dompet Dhuafa tidak hanya diarahkan pada kebutuhan utama seperti makanan dan obat-obatan, tetapi juga kebutuhan sehari-hari lainnya yang diperlukan para penyintas selama berada di pengungsian.
"Kadang-kadang pembalut buat perempuan itu di tempat pengungsian suka diperlukan dan kadang-kadang lupa disiapkan. Makanya kami juga biasanya sampai ke level itu," terangnya.
Hingga saat ini Dompet Dhuafa telah memberikan pelayanan untuk 3.094 jiwa penerima manfaat dalam bentuk pendistribusian logistik sebanyak 1.264 jiwa, 1.560 jiwa penerima makanan, 105 jiwa penerima layanan kesehatan, 15 jiwa penerima psychological first aid hingga 150 jiwa telah dievakuasi.

