Kemenkomdigi Salurkan 15 Ton Logistik dan 20 Starlink untuk Korban Gempa NTT
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemenkomdigi) menyalurkan bantuan untuk korban gempa Nusa Tenggara Timur (NTT). Bantuan tersebut berupa 15 ton logistik dan 20 perangkat Starlink di wilayah terdampak.
Penyerahan bantuan dilakukan Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kemenkomdigi, Fifi Aleyda Yahya, di Kantor Badan Penghubung Provinsi NTT di Jakarta, Sabtu (22/8/2026). Bantuan diterima Kepala Subbagian Tata Usaha Badan Penghubung Daerah NTT di Jakarta, Christine Editha Mau.
Menteri Komunikasi dan Digital (Menkomdigi), Meutya Hafid mengatakan, bantuan tersebut merupakan bentuk empati dan solidaritas pemerintah bagi masyarakat yang terdampak gempa NTT.
"Bantuan ini adalah ikhtiar kami untuk membantu meringankan beban saudara-saudara kami yang menjadi korban gempa NTT," kata Meutya dalam keterangan resmi.
Bantuan logistik yang dikirim mencakup beras, mi instan, air mineral, makanan dan susu, selimut, tikar, serta sejumlah kebutuhan pokok lainnya. Total bantuan yang disalurkan mencapai 15 ton.
Baca Juga
Korban Meninggal Gempa NTT Capai 87 Jiwa, BNPB Catat 5.012 Gempa Susulan
Selain kebutuhan pokok, Kemenkomdigi mengirimkan 20 perangkat Starlink untuk membantu menyediakan akses komunikasi di lokasi terdampak. Dukungan konektivitas ini diharapkan memperkuat koordinasi penanganan bencana dan menjaga masyarakat tetap terhubung selama proses pemulihan.
Meutya berharap bantuan tersebut dapat membantu mempercepat penanganan dampak gempa di NTT. "Setiap paket yang kami kirimkan bukan sekadar barang, tetapi titipan doa dan harapan agar saudara-saudara kami di NTT lekas bangkit," tuturnya.
Di sisi lain, Kemenkomdigi dengan penyedia layanan telekomunikasi juga mempercepat pemulihan infrastruktur jaringan yang terdampak gempa. Dari 812 site atau BTS di 11 kabupaten/kota di NTT yang sempat terdampak, seluruhnya kini telah kembali beroperasi normal.
"Sejak awal, kami memastikan percepatan penanganan site/BTS yang terdampak gempa NTT. Saat ini site/BTS yang mengalami gangguan 100 persen telah berhasil dipulihkan," jelas Meutya.
Menurut politisi Partai Golkar itu, pemulihan layanan telekomunikasi menjadi bagian penting dalam penanganan pascabencana. Selain menjaga masyarakat tetap terhubung, konektivitas dibutuhkan untuk memudahkan koordinasi bantuan dan penanganan bencana di NTT.

