BNPB Salurkan 398 Ton Bantuan untuk Korban Gempa NTT, Sebut 59.647 Warga Mengungsi
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memastikan distribusi bantuan untuk masyarakat terdampak gempa bumi di Nusa Tenggara Timur (NTT) terus berjalan. Hingga 18 Agustus 2026, pemerintah telah menyalurkan sebanyak 398 ton bantuan logistik melalui berbagai jalur distribusi, termasuk udara, darat, dan laut.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Berton Panjaitan mengatakan, distribusi bantuan menjadi salah satu prioritas utama pemerintah untuk memastikan kebutuhan dasar para penyintas tetap terpenuhi.
“Distribusi logistik via udara telah dilakukan dengan total sebanyak 165 ton. Total barang bantuan yang terkirim dari tanggal 15 sampai dengan 18 Agustus sebanyak 398 ton,” ujar Berton dalam Konferensi Pers Update Penanganan Gempabumi NTT, Rabu (19/8/2026).
Menurut dia, jalur darat masih menjadi moda utama pengiriman bantuan dari titik logistik menuju lokasi pengungsian. Namun, kondisi geografis wilayah Flores serta sejumlah ruas jalan yang terdampak membuat distribusi harus dilakukan secara bertahap.
“Karakter geografis Flores dan kondisi sejumlah ruas jalan membuat distribusi ini menjadi pelan karena memang dilakukan secara bertahap dan menyesuaikan kondisi akses hingga ke kecamatan sampai ke titik pengungsian,” jelasnya.
Untuk mempercepat distribusi bantuan ke wilayah yang membutuhkan dukungan logistik dalam jumlah besar, pemerintah juga mengoptimalkan jalur transportasi laut.
Berton menyampaikan, pada 18 Agustus 2026, KRI Bung Hatta diberangkatkan dari Pelabuhan Labuan Bajo menuju Pelabuhan Reo di Kabupaten Manggarai dengan membawa berbagai bantuan, seperti paket sembako, tenda keluarga, tenda pengungsi, serta bantuan yang berasal dari masyarakat.
Baca Juga
Kemenkes Kirim Dua Rumah Sakit Lapangan untuk Percepat Penanganan Korban Gempa NTT
Bantuan tersebut selanjutnya akan didistribusikan untuk masyarakat terdampak di Kabupaten Manggarai dan Kabupaten Manggarai Timur. Meski demikian, BNPB masih menghadapi sejumlah kendala dalam proses distribusi, terutama karena banyaknya pengungsi mandiri dan kondisi akses menuju sejumlah desa.
“Banyaknya pengungsi secara mandiri mempersulit tim untuk menyebarkan kebutuhan-kebutuhan tersebut dengan waktu yang tepat karena kami perlu melakukan pendataan dan membutuhkan waktu untuk penyebarannya,” katanya.
Selain itu, kondisi jalan yang sempit dan masih labil akibat dampak gempa juga menjadi tantangan dalam menjangkau lokasi-lokasi pengungsian.
59.647 Orang Mengungsi, Manggarai Terbanyak
BNPB mencatat jumlah pengungsi akibat gempa bumi NTT mencapai 59.647 orang. Kabupaten Manggarai menjadi wilayah dengan jumlah pengungsi terbanyak, yakni sebanyak 20.433 orang.
Berton menjelaskan, sebagian masyarakat memilih tetap berada di lokasi pengungsian karena khawatir terhadap kondisi bangunan rumah yang mengalami kerusakan maupun potensi gempa susulan.
“Pengungsi menjadi salah satu fokus utama kami karena sebagian masyarakat memilih untuk tidak kembali ke rumah, terutama karena kondisi bangunan yang rusak dan kekhawatiran terhadap gempa susulan,” ujarnya.
Pemerintah memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak terus dipenuhi, mulai dari makanan, air bersih, tenda pengungsian, matras, selimut, layanan kesehatan, sanitasi, hingga kebutuhan kelompok rentan seperti anak-anak, lanjut usia, dan penyandang disabilitas.
Namun, penanganan pengungsi menghadapi tantangan karena banyak masyarakat tersebar di berbagai titik, terutama di sekitar rumah masing-masing.
Menurut BNPB, sebagian warga memilih bertahan di dekat rumah karena alasan keamanan terhadap harta benda maupun ternak yang dimiliki. Kondisi tersebut membuat proses pendataan dan distribusi bantuan membutuhkan koordinasi yang lebih kuat.
“Pemerintah daerah perlu memperkuat posko dan satuan tugas sehingga seluruh kebutuhan masyarakat dapat tercatat dan ditangani dengan baik dalam satu koordinasi yang tepat,” kata Berton.
BNPB juga memastikan ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat terdampak masih dalam kondisi aman. Berdasarkan laporan Kementerian Kesehatan, stok obat dipastikan cukup untuk memenuhi kebutuhan hingga lima hari ke depan dan akan terus ditambah sesuai kebutuhan.
BNPB telah menyiapkan tiga titik pengumpulan dan distribusi bantuan logistik untuk mendukung penanganan gempa NTT, yaitu di Halim Perdanakusuma, Bandara Labuan Bajo, dan Bandara Maumere.
Masyarakat maupun pihak yang ingin memberikan bantuan dapat menyalurkan dukungan melalui titik-titik tersebut. BNPB memastikan seluruh bantuan yang diterima akan disalurkan kepada masyarakat yang membutuhkan.

