Bantuan Gempa NTT Capai 1.226 Ton, BNPB Kirim Logistik via KRI dan Helikopter
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat total 1.226 ton bantuan logistik telah didistribusikan ke wilayah terdampak gempa Nusa Tenggara Timur (NTT) sejak 15 hingga 23 Agustus 2026. Bantuan dikirim melalui 77 sortie (misi) penerbangan dan satu kapal laut untuk mendukung kebutuhan warga di Labuan Bajo dan Maumere.
Plt Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Berton SP Panjaitan menyebutkan, distribusi logistik terus dilakukan dari Pos Pendukung Logistik Nasional di Halim Perdanakusuma. Bantuan tersebut kemudian disalurkan melalui pos pendukung di Labuan Bajo dan Maumere.
"Secara kumulatif sejak tanggal 15 sampai 23 Agustus 2026, total bantuan logistik yang telah didistribusikan mencapai 1.226 ton melalui 77 sortie penerbangan dan satu kapal laut," kata Berton, Minggu (23/8/2026).
Baca Juga
Korban Gempa NTT Bertambah Jadi 91 Orang, 161.084 Warga Masih Mengungsi
Dari total tersebut, menurut Berton Panjaitan, sekitar 869 ton telah dikirim ke Labuan Bajo melalui 50 sortie penerbangan dan satu kapal laut. Sementara itu, 356 ton telah didistribusikan ke Maumere melalui 27 sortie penerbangan.
Khusus pada Minggu, kata dia, 74 ton bantuan dikirim melalui jalur udara ke Labuan Bajo dalam lima sortie. Sebanyak 54 ton lainnya dikirim ke Maumere melalui empat sortie penerbangan.
Berton menambahkan, selain jalur udara, sekitar 143 ton bantuan dikirim melalui jalur laut menggunakan 16 truk. Bantuan tersebut diberangkatkan dengan KRI Semarang 594 dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, menuju Pelabuhan Labuan Bajo.
Total bantuan yang telah masuk dan diterima Pos Pendukung Logistik Nasional sejak 15 hingga 23 Agustus mencapai 1.750 ton. Bantuan tersebut berasal dari 77 donatur dan terus disalurkan ke masyarakat terdampak.
Baca Juga
KRI dr Soeharso tiba di Manggarai, Perkuat Penanganan Gempa NTT
BNPB juga menggunakan helikopter untuk menjangkau wilayah yang sulit diakses kendaraan. "Pada hari ini helikopter BNPB melakukan dropping logistik berupa 40 paket sembako dan 150 kilogram beras untuk Desa Nanga Mbaling," ujar Berton.
Selain bantuan logistik, pemerintah mulai memperkuat layanan kesehatan di wilayah terdampak. BNPB mencatat 169 puskesmas terdampak, dengan 101 unit sudah beroperasi penuh, 49 beroperasi sebagian, dan 19 belum beroperasi.
BNPB memastikan distribusi bantuan akan terus dilakukan hingga menjangkau masyarakat di wilayah terdampak. Pemerintah juga mulai melakukan pendataan kerusakan rumah secara paralel sebagai bagian dari persiapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

