PLN Jalankan 696 Program TJSL, Jangkau 301.779 Penerima Manfaat
Poin Penting
|
JAKARTA, Investortrust.id - PT PLN (Persero) telah merealisasikan 696 program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) sepanjang semester I 2026. Program tersebut menjangkau 301.779 penerima manfaat di berbagai daerah dengan fokus pada pendidikan, serta pengembangan Usaha Mikro dan Kecil (UMK).
Program pemberdayaan itu terlihat, antara lain melalui pengembangan usaha nelayan di Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, serta pelatihan tenaga kerja di Semarang, Jawa Tengah, yang diarahkan untuk menjawab kebutuhan ekonomi dan industri di masing-masing daerah.
Di pesisir Desa Tanjung Seloka, Kabupaten Kotabaru, perubahan mulai dirasakan kelompok nelayan yang sebelumnya mengandalkan hasil tangkapan harian. Melalui Program Desa Berdaya PLN, masyarakat mendapatkan pendampingan untuk membudidayakan dan menggemukkan kepiting soka sebelum dipasarkan.
Baca Juga
Seskab Ungkap Prabowo Perintahkan Pangkas Anak Cucu Pertamina, PLN, dan BUMN Lainnya
Ketua Kelompok Nelayan Seloka Crabs Irhamsyah mengatakan pola tersebut membuat nelayan tidak lagi hanya menjual kepiting hasil tangkapan dengan ukuran dan nilai jual yang terbatas.
"Dulu kami hanya menjual kepiting apa adanya, ukurannya kecil dan harganya rendah. Sekarang, setelah dibudidayakan dan digemukkan, nilainya jauh lebih tinggi dan hasilnya lebih pasti," ungkap Irhamsyah dikutip Jumat (14/8/2026).
Program itu juga mencakup pemanfaatan fly ash and bottom ash (FABA) sebagai material terumbu karang buatan dan rumah ikan melalui bioreef block. Selain itu, masyarakat mendapatkan edukasi lingkungan, penanaman pohon, serta dukungan sarana produksi untuk pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah atau UMKM.
Irhamsyah menilai pemberdayaan tersebut tidak hanya berkaitan dengan peningkatan pendapatan kelompok nelayan. Masyarakat juga mulai melihat pentingnya menjaga kawasan pesisir agar tetap mampu menopang mata pencaharian dalam jangka panjang.
"Kalau laut tetap terjaga, kami yakin penghidupan masyarakat juga akan terus berlanjut. Sekarang kami tidak hanya memikirkan hasil hari ini, tetapi juga bagaimana sumber daya laut tetap ada untuk anak cucu kami nanti," ujarnya.
Upaya pemberdayaan juga dilakukan PLN melalui program pelatihan Sumber Daya Manusia Industri Tekstil dan Alas Kaki di Semarang, Jawa Tengah. Program tersebut menyasar antara lain lulusan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) dan masyarakat dari keluarga kurang mampu.
Pelatihan diberikan berdasarkan kebutuhan industri dan dilanjutkan dengan kesempatan penyaluran kerja ke sejumlah perusahaan tekstil dan alas kaki berskala besar di Jawa Tengah. Pendekatan tersebut ditujukan untuk mempertemukan keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri.
Salah seorang peserta program, Nawang Dwi Prasasti, mengatakan pelatihan tersebut memberinya kesempatan untuk meningkatkan kemampuan sekaligus memperoleh akses pekerjaan.
"Program ini memberi saya kesempatan untuk membuktikan bahwa kami juga mampu bersaing jika diberikan akses belajar dan kesempatan. Setelah mengikuti pelatihan, saya lebih optimistis menatap masa depan karena kini memiliki pekerjaan dan penghasilan untuk membantu keluarga," ucap Nawang.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi mengapresiasi kolaborasi PLN dengan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah dalam program tersebut. Menurutnya, pelatihan yang disertai penyaluran kerja memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
"Sinergi antara PLN dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Jawa Tengah ini adalah contoh nyata kolaborasi yang kita butuhkan. Program ini tidak hanya sekadar memberikan bekal keterampilan, tetapi juga memberikan kepastian penyaluran kerja," ujarnya.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo mengatakan pelaksanaan TJSL diarahkan bukan hanya untuk menjalankan kegiatan sosial, tetapi juga menciptakan manfaat ekonomi dan sosial yang dapat bertahan dalam jangka panjang.
"Program TJSL PLN dirancang berlandaskan creating shared value untuk menghasilkan dampak yang nyata, terukur, dan berkelanjutan. Oleh karena itu, setiap program kami rancang agar mampu memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat, meningkatkan kualitas hidup, memperkuat kemandirian ekonomi, sekaligus mendukung agenda pembangunan nasional dan pencapaian Sustainable Development Goals," ujar Darmawan.
Direktur Legal dan Manajemen Human Capital PLN Nurlely Aman menjelaskan perusahaan memprioritaskan 3 sektor dalam pelaksanaan TJSL, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan UMK.
Pada sektor pendidikan, PLN telah menjalankan 215 program sepanjang semester I 2026 dengan jumlah penerima manfaat mencapai 41.517 orang. Program tersebut menjadi bagian dari upaya peningkatan akses dan kualitas pendidikan di berbagai wilayah.
Baca Juga
PLN Beri Promo Tambah Daya 50% hingga 7.700 VA di GIIAS 2026
Untuk pengembangan UMK, PLN telah menjalankan 214 program yang melibatkan 4.316 pelaku usaha. Program tersebut turut menciptakan 9.148 lapangan kerja dan memberikan manfaat kepada 46.520 masyarakat.
Pengembangan UMK dilakukan melalui sejumlah inisiatif, antara lain Rumah BUMN, electrifying agriculture, electrifying marine, serta pendampingan usaha agar pelaku UMK dapat meningkatkan kapasitas dan skala bisnis.
"Pada akhirnya, keberhasilan sebuah program bukan hanya terlihat dari jumlah kegiatan yang terlaksana, tetapi dari semakin banyak masyarakat yang memiliki kesempatan untuk berkembang, lingkungan yang semakin terjaga, serta lahirnya kemandirian ekonomi yang berkelanjutan," pungkas Nurlely.

