Program TJSL Olah Sampah Likupang Hasilkan Nilai Manfaat Rp 6,06 Miliar
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — PT Hutama Karya (Persero) bersama 27 BUMN berpartisipasi dalam program kolaborasi tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) olah sampah Likupang dengan total nilai manfaat mencapai Rp 6,06 miliar. Program yang digagas Badan Pengaturan BUMN (BP BUMN) ini digelar sejak April 2022 - Desember 2024, melibatkan Indonesia Financial Group (IFG) sebagai project in charge (PIC), Wijaya Karya Tbk (WIKA) sebagai co-PIC, serta Hutama Karya dan 25 BUMN lainnya sebagai pelaksana.
Berdasarkan hasil pengukuran yang dilakukan oleh Olahkars melalui laporan Social Return on Investment (SROI), nilai outcome program mencapai Rp 6,062 miliar. Dari jumlah tersebut, porsi terbesar berasal dari pilar ekonomi sebesar 54,72% atau senilai Rp 3,31 miliar, disusul pilar sosial sebesar 43,17% atau Rp 2,61 miliar, dan pilar lingkungan sebesar 2,11% atau Rp 128,18 juta.
Baca Juga
EVP Sekretaris Perusahaan Hutama Karya, Mardiansyah menyatakan, dukungan perusahaan dalam program ini merupakan bagian dari komitmen BUMN untuk menghadirkan nilai keberlanjutan yang terukur.
“Bagi Hutama Karya, inisiatif ini menjadi kesempatan besar dalam mendukung pengembangan Likupang sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas (DPSP) guna memperkuat peran pariwisata sebagai pilar ekonomi nasional,” katanya dalam keterangan pers, Jumat (24/10/2025).
Program yang berlokasi di Desa Pulisan, Desa Kinunang, dan Desa Marinsow, Kecamatan Likupang Timur, Kabupaten Minahasa Utara, Provinsi Sulawesi Utara, berfokus pada penerapan prinsip environment, social, and governance (ESG). Kegiatan yang dilakukan mencakup pembangunan rumah bakti BUMN, pengelolaan sampah terpadu, pelatihan kewirausahaan dan pengelolaan bank sampah, pembangunan spot instagrammable, penyediaan dua unit motor gerobak, serta tiga unit mesin press sampah.
Baca Juga
Seremoni serah terima hasil program digelar di dua lokasi, yakni Rumah Bakti BUMN Desa Pulisan dan Pantai Paal Desa Marinsow, Selasa (21/10/2025). Acara dihadiri oleh Asisten Deputi Bidang TJSL BP BUMN Edi Eko Cahyono, Sekretaris Daerah Minahasa Utara Novly G. Wowiling, dan Kepala Unit TJSL Hutama Karya Agus Kosasih.
“Seremoni ini juga menjadi ajang memperkuat kolaborasi antar-desa di Likupang Timur serta meningkatkan sinergi antara masyarakat, pemerintah, dan BUMN dalam pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan,” tambah Mardiansyah.
Kolaborasi 28 BUMN dalam program TJSL Olah Sampah Likupang ini diharapkan menjadi role model penerapan keberlanjutan yang berdampak ekonomi, sosial, dan lingkungan bagi masyarakat lokal, sekaligus mendukung visi Asta Cita pemerintah dalam pembangunan pariwisata hijau dan inklusif.

