TJSL PLN 2025 Tembus 700 Ribu Penerima Manfaat, Serap Puluhan Ribu Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id – Program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) yang dijalankan PT PLN (Persero) terus menunjukkan dampak luas bagi masyarakat. Sepanjang 2025, program TJSL PLN Peduli tercatat menjangkau 701.938 penerima manfaat melalui 1.627 program yang terealisasi di berbagai wilayah Indonesia.
Selain menjangkau ratusan ribu masyarakat, program tersebut juga berkontribusi pada penciptaan lapangan kerja dan penguatan ekonomi lokal. Sepanjang tahun lalu, kegiatan TJSL PLN menyerap 34.408 tenaga kerja serta melibatkan 23.335 usaha mikro dan kecil di 38 provinsi.
Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menegaskan, program TJSL telah berkembang menjadi instrumen strategis perusahaan untuk menghadirkan dampak sosial yang lebih luas, tidak hanya sekadar menyediakan layanan kelistrikan.
Baca Juga
Nyalakan 99,97% Listrik Sumatra, PLN Ungkap Pemulihan Terkendala Longsor Susulan
“PLN tidak hanya menghadirkan listrik andal, tetapi juga hadir sebagai agen transformasi sosial yang aktif mendorong kesejahteraan masyarakat. Melalui program TJSL yang berlandaskan creating shared value (CSV), diharapkan upaya ini dapat terus memberikan dampak positif berkelanjutan di berbagai sektor," ujar Darmawan, Rabu (18/2/2026).
Fokus program TJSL PLN diarahkan pada tiga pilar utama yang mendukung target pembangunan berkelanjutan, yakni pendidikan, lingkungan, dan pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah.
Implementasinya mencakup berbagai inisiatif, mulai pelestarian ekosistem darat dan laut, pemanfaatan fly ash bottom ash (FABA), pengelolaan sampah dan co-firing biomassa, digitalisasi pendidikan, hingga pemberdayaan kelompok rentan dan desa.
Menurut Darmawan, desain program memang diarahkan untuk memberikan manfaat jangka panjang sekaligus memperkuat fondasi ekonomi dan sosial masyarakat.
“Program TJSL PLN kami rancang agar senantiasa selaras dengan pencapaian SDGs, sehingga tidak hanya memberikan manfaat langsung jangka pendek, tetapi juga menciptakan dampak berkelanjutan bagi masyarakat, lingkungan, dan perekonomian nasional,” ucap Darmawan.
Pelaksanaan program juga dilakukan melalui kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan. Di sektor pendidikan dan pemenuhan gizi, PLN bekerja sama dengan Tentara Nasional Indonesia Angkatan Udara (TNI AU) untuk menghadirkan fasilitas satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Pangkalan TNI Angkatan Udara Atang Sandjaja, Kabupaten Bogor.
Program tersebut menyediakan sekitar 3.900 porsi makanan bergizi gratis setiap hari bagi anak sekolah, ibu hamil, ibu menyusui, dan balita. Operasional dapur juga membuka peluang kerja bagi ratusan tenaga lokal.
Baca Juga
Proyek ECRL Rampung Lebih Cepat, PLN Nusantara Power Perkuat Jejak Global di Malaysia
Di sektor energi, PLN juga memperluas akses listrik bagi masyarakat prasejahtera melalui program sambung listrik gratis. Sepanjang 2025, lebih 8.000 keluarga di 12 provinsi telah memperoleh akses listrik melalui program tersebut.
“Melalui program sambung listrik, kami ingin memastikan keadilan energi benar-benar terwujud, sehingga masyarakat prasejahtera memiliki akses yang setara terhadap listrik untuk meningkatkan kualitas hidup, produktivitas, serta membuka peluang usaha dan pendidikan,” tegas Darmawan.

