Menkop Teten Sebut UMKM Sektor Furnitur Serap 805 Ribu Tenaga Kerja
TANGERANG, investortrust.id - Menteri Koperasi dan UKM (Menkop UKM) menyampaikan komitmen mendukung pertumbuhan wirausaha baru yang ramah lingkungan di bidang furnitur dan kerajinan.
Dia menjelaskan, kinerja UMKM di sektor furnitur pada 2021 - 2023 mencapai US$ 2,8 miliar, dengan jumlah serapan tenaga kerja langsung sebanyak 805 ribu.
"Namun untuk kinerja sektor kerajinan tangan masih belum mampu mengungguli kinerja subsektor kuliner atau fesyen," ungkap Teten di acara Annual General Meeting Asosiasi Industri Permebelan dan Kerajinan Indonesia (Asmindo) di Tangerang, Selasa (27/02/2024).
Teten memamaparkan hasil riset KemenKopUKM dan UNDP tahun 2021 menunjukan bahwa sebanyak 84 persen pelaku usaha (termasuk di sektor UMKM) tertarik pada bisnis ramah lingkungan.
Baca Juga
Teten: RI tak Punya Cukup Ekosistem Pengembangan Startup Berbasis Inovasi dan Teknologi.
Lebih lanjut sebanyak 58% pelaku usaha memulai bisnis untuk memperbaiki lingkungan dan 56% memproduksi pakaian ramah lingkungan, produk rendah karbon, dan sistem pengurangan limbah.
"Kami berkomitmen untuk terus mendukung industri perabot (furnitur) dan kerajinan agar dapat berkembang secara berkelanjutan. Kami percaya bahwa kerja sama antara pemerintah, industri, dan lembaga terkait akan membawa kita menuju masa depan yang lebih baik," ucap Teten.
Sementara itu, Kemenkop UKM menunjukkan komitmen dukungan terhadap wirausaha berkelanjutan di sektor furnitur dan kerajinan yaitu dengan membangun Rumah Produksi Bersama (RPB) komoditas rotan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah. RPB ini bertugas mengolah bahan baku rotan menjadi bahan baku setengah jadi (Fitrit, Poles) dan Furnitur.
Baca Juga
Dorong UMKM Naik Kelas, Pertamina Hadirkan 29 UMKM Unggulan di Ajang Inacraft 2024
Selain itu juga dibangun RPB di Labuan Bajo, NTT untuk memproduksi bambu laminasi sebagai bahan pengganti kayu. Bersama Pemerintah Daerah NTT, KemenKopUKM telah membudidayakan bambu di lahan seluas 100 ribu hektare.
"Bersama Pemda kita akan kembangkan menjadi sekitar 100 ribu hektare lahan (untuk budidaya bambu). Ini potensi yang sangat besar untuk mengembangkan dan memproduksi timber untuk furnitur," kata Teten.

