Program MBG Serap Rp 7,9 Triliun APBN dan Rekrut 106 Ribu Tenaga Kerja
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, melaporkan perkembangan terkini Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menjadi salah satu program prioritas pemerintah. Hingga akhir semester I 2025, program ini telah menyerap anggaran sebesar Rp 7,9 triliun dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), melebihi proyeksi awal yang hanya sebesar Rp 6 triliun.
Dalam konferensi pers pertumbuhan ekonomi kuartal II-2025 di Kantor Kemenko Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/8/2025), Dadan menjelaskan bahwa dana tersebut digunakan untuk mendukung operasional 3.338 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tersebar di seluruh Indonesia. "Kalau masing-masing SPPG melayani 3.000 orang, sebenarnya kita sudah hampir menyentuh angka dua digit dalam jutaan penerima manfaat," ungkapnya.
Program MBG kini telah menjangkau sekitar 8,2 juta penerima manfaat dan membuka lapangan kerja bagi sekitar 106 ribu tenaga kerja di 502 kabupaten/kota pada 38 provinsi. Jumlah ini menunjukkan dampak ekonomi langsung dari pelaksanaan program yang dirancang untuk memperbaiki status gizi masyarakat, terutama anak-anak usia sekolah.
Lebih lanjut, Dadan memproyeksikan penyerapan anggaran akan terus meningkat signifikan pada semester II. Ia menyebutkan, pada Agustus 2025, dana yang akan terserap diperkirakan mencapai tambahan Rp 3 triliun, sementara pada September akan bertambah Rp 9 triliun, seiring perluasan cakupan hingga 50 juta penerima manfaat.
Baca Juga
Kementerian PU dan BGN Genjot Proyek 1.542 SPPG demi Target 82,9 Juta Penerima MBG
Secara kumulatif, penyerapan anggaran diperkirakan akan terus meningkat hingga mencapai Rp 37 triliun pada Oktober dengan 72 juta penerima manfaat, lalu naik menjadi Rp 59 triliun pada November, dan mencapai Rp 76 triliun pada akhir Desember 2025.
"Anggaran tahun ini sebesar Rp 71 triliun, namun hanya untuk makan bergizinya saja akan dibutuhkan tambahan sekitar Rp 24 triliun," jelas Dadan, merinci bahwa dari total anggaran, Rp 52 triliun dialokasikan khusus untuk penyediaan makanan bergizi.
Program MBG diharapkan tidak hanya memperbaiki gizi nasional, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi lokal melalui penciptaan lapangan kerja dan penggerakan rantai pasok pangan di berbagai daerah.

