Pemerintah Masih Pertimbangkan Olah Singkong Jadi Etanol
JAKARTA, investortrust.id - Pemerintah masih mempertimbangkan pengembangan singkong sebagai bahan baku produksi etanol.
Deputi Bidang Koordinasi Pangan dan Agribisnis, Kementerian Bidang Perekonomian, Dida Gardera mengatakan, potensi untuk mengolah singkong menjadi etanol masih memungkinkan, namun pihaknya perlu melihat skala produknya.
“Kita melihat mana-mana yang bisa masuk skala industri, mana yang bisa masif, kalau bisa itu pasokannya seperti apa,” kata Dida, di kantornya, Jakarta, Rabu (06/03/2024).
Baca Juga
Dida menyebut proses mengolah singkong menjadi etanol perlu mempertimbangkan pasokannya untuk pangan atau tidak. Menyontohkan kelapa sawit, Dida menyebut, ketersediaan kelapa sawit untuk menjadi biodiesel membutuhkan 12 juta hektare dari produksi yang mencapai 50 juta hektare.
“Jadi nggak ada pertentangan,” ujar dia.
Meski enggan menyebut potensi singkong menjadi etanol prematur, Dida menyebut terus mengkaji potensinya. Dia menyebut proses kajian butuh 5-10 tahap lagi.
“Kajiannya ada yang dari skala tertentu belum ekonomis, tapi kalau sudah masuk ekonomi skalanya bisa diimplementasikan lalu ketersediaan lahan seperti apa,” kata dia.
Baca Juga
Erick Thohir Sebut Harga BBM Tidak Naik untuk Jaga Perekonomian Rakyat
Menurut dia, saat ini yang perlu dioptimalkan yaitu pemanfaatan lahan tidur. Selain itu, juga penyelesaian masalah pupuk.
Wacana untuk mengolah singkong menjadi etanol disampaikan Menteri Pertahanan dan calon presiden, Prabowo Subianto saat wisuda Sarjana Universitas Kebangsaan Republik Indonesia, pada Sabtu (02/03/2024).
Dia menyebut untuk mencapai ketahanan energi, Indonesia perlu mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil.
“Bensin dari mana? Etanol dari tebu, dari singkong,” kata Prabowo, dikutip Rabu (06/03/2024).
Selain singkong, pada kesempatan itu, Prabowo menyebut beberapa komoditas lain seperti rumput laut.“Rumput laut juga bisa menjadi solar. Kita juga punya teknologi menghasilkan solar dari kelapa sawit,” ujar dia.

