Geographic Information System, Petakan Kebutuhan Manusia di Ruang Kebumian
JAKARTA, Investortrust.id - Anda tengah mencari lokasi anjungan tunai mandiri (ATM) sebuah bank di lokasi terdekat dari posisi Anda saat ini? No issue, karena Anda cukup membuka aplikasi peta pada gawai, dan mengetikkan layer yang ingin dimunculkan pada aplikasi peta. Dan, voila! Puluhan lokasi ATM yang terdekat dengan posisi Anda segera tersaji di laman aplikasi peta tersebut.
Mekanisme yang sama juga sejatinya dinikmati oleh para pengemudi perusahaan aplikasi ride sharing atau ojek online. Manfaat yang juga dinikmati oleh konsumennya tentu saja. Dalam skema layanan jasa ini, sebuah permintaan layanan antar dan jemput oleh konsumen ride sharing bisa segera tersaji dalam aplikasi ride sharing pengemudi, plus rute terbaik yang bisa mereka lewati agar bisa segera mengantarkan konsumen dengan waktu tempuh yang cepat.
Dua contoh sajian pentingnya data pada peta di atas adalah bagian dari manfaat sebuah informasi atau data yang berkaitan dengan lokasi dan posisi di Bumi, atau biasa disebut sebagai data geospasial.
Satu hal lagi soal ketersediaan teknologi yang mampu memberikan gambaran geospasial yang amat membantu dalam hal kemanusiaan, antara lain membantu para petugas tenaga penanggulangan bencana, untuk mengetahui dimana lokasi terdampak paling parah, hingga jenis bantuan apa yang layak mereka berikan kepada para korban terdampak.
Bahkan dengan mapping geospasial ini, dalam kasus bencana letusan Gunung Merapi di Jawa Tengah pada Oktober 2010 lalu misalnya, setiap pihak yang terlibat dalam pemberian bantuan dan rehabilitasi pasca bencana bisa mengetahui kemana potensi aliran lahar akan mengarah, sehingga mereka bisa memberikan warning bagi para penduduk yang berpotensi terdampak.
Lain lagi informasi dari ’bisik-bisik tetangga’, mapping geospasial bahkan bisa membantu petugas keamanan untuk mencari kelompok kriminal tertentu yang bersembunyi di kawasan pegunungan. Bantuan berupa layer atau gambar tumbuhan tertentu yang biasa dijadikan makanan para kelompok kriminal ternyata bisa menjadi panduan mencari persembunyian kelompok tersebut.
Fungsi Geographic Information System
Disampaikan Khairul Amri, Senior Manager Solution & Technology Platform Esri Indonesia, semua mapping geospasial yang tersaji dan mampu membantu masyarakat melakukan aktivitasnya tadi merupakan hasil sajian dari sebuah teknologi Geographic Information Systematau GIS.
“GIS adalah kumpulan data yang terorganisir dari perangkat komputer, perangkat lunak, data geografis, dan personil yang dirancang secara efisien untuk memperoleh, menyimpan, meng-up date, memanipulasi, menganalisis, dan menampilkan semua bentuk informasi yang bereferensi,” kata Amri dalam diskusi dan workshop dengan tema "The Future Advancement of Geospatial Technology: Creating Solutions and Building a New World" yang digelar Esri Indonesia pada Rabu (13/9/2023).
Jadi, secara jelasnya, GIS atau sistem informasi geografis adalah alat berbasis komputer untuk memetakan dan menganalisis hal-hal yang ada dan peristiwa-peristiwa yang terjadi di bumi. Teknologi GIS ini mengintegrasikan database umum dengan operasi seperti kueri dan analisis statistik dengan visualisasi unik. GIS juga dapat menampilkan aspek geografis serta manfaat analisis yang ditawarkan oleh peta.
Esri Indonesia sendiri merupakan perpanjangan tangan dari ESRI global yang berbasis di Redland, California, Amerika Serikat. ESRI selama ini telah dikenal sebagai pemimpin pasar global dalam perangkat lunak Sistem Informasi Geografis (GIS), kecerdasan lokasi, dan pemetaan.
ESRI didirikan oleh Jack Dangermond pada tahun 1969 dengan nama Environmental Systems Research Institute, dan telah menjadi badan konsultan penggunaan lahan. Produk Esri, terutama ArcGIS Desktop saat ini telah menjadipenguasa pasar perangkat lunak GIS di seluruh dunia.
Di Indonesia, kata Amri, saat ini Esri Indonesia telah menjadi mitra dari 2.200 user yang terdiri atas kementerian dan lembaga, hingga korporasi yang bergerak di bidang perkebunan hingga di sektor finansial. “Kami mengambil pendekatan geografis dalam pemecahan masalah, yang diwujudkan melalui teknologi GIS modern,” ujar Amri. “Salah satu Tujuan dari GIS adalah terwujudnya human being,” imbuh Amri.
Sementara itu di level global, Esri telah menjadi mitra bagi 550.000 lembaga dan otoritas pemerintahan.
Solusi Bagi Sektor Finansial hingga Perkebunan
Masih menurut Amri, teknologi GIS dari Esri ikut membantu bidang sumber daya alam untuk kepentingan inventarisasi, manajemen, dan kesesuaian lahan untuk pertanian, perkebunan, kehutanan, perencanaan tata guna tanah. Di bidang perencanaan ArcGIS juga ikut membantu perencanaan pemukiman transmigrasi, tata ruang wilayah, hingga pemukiman.
“Teknologi GIS dari Esri juga berkontribusi di bidang perpajakan salah satunya untuk penarikan pajak, hingga nilai billboard atau papan iklan yang terkait dengan data posisi, ruang, dan masa berlakunya. Sementara di bidang ekonomi bisnis seperti perbankan kami mampu berkontribusi dalam memberikan pemetaan seputar lokasi mesin ATM, kantor cabang, serta bisnis pergudangan,” ujar Amri.
Ia juga memaparkan seputar fungsi GIS dalam industri perkebunan, yang mampu mendeteksi seberapa luas dan seberapa banyak tanaman yang pertumbuhannya kurang baik, lewat citra udara yang bisa ditampilkan oleh ArcGIS.
“Teknologi ini amat membantu para pelaku industri perkebunan dengan areal yang luas, agar mereka tak lagi perlu melakukan pemeriksaan satu persatu tanaman, yang tentunya amat membutuhkan waktu dan biaya,” tuturnya.
Istimewanya, lanjutnya, kini GIS juga mulai masuk ke dunia hiburan. Salah satunya adalah membantu simulasi pengembangan game, dengan menyediakan simulasi kontur geografis hingga bangunan secara riil pada tampilan game tertentu.
Dalam kesempatan yang sama, Steven Kusnadi, Direktur Esri Indonesia mengemukakan, teknologi GIS yang disiapkan Esri Indonesia dipastikan berkontribusi memberikan solusi penyajian data dan ruang kebumian bagi lembaga pemerintahan dan korporasi, yang pada ujungnya memberikan mereka kemudahan dalam operasional usahanya.

