Sistem SDMI Bisa Petakan TPPO Bermodus Ajakan Kerja ke Luar Negeri
JAKARTA, investortrust.id – Konsep Satu Data Migrasi Internasional (SDMI) yang dicanangkan Badan Pusat Statistik (BPS) bersama Badan Migrasi PBB (International Organization for Migration/IOM) akan turut memetakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).
“Semuanya akan terdata di data migrasi internasional ini. Jadi memetakan yang prosedural dan non-prosedural,” kata Plt Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti, di Gedung BPS, Jakarta, Rabu (20/12/2023).
Menurut Amalia, selama 2023, kasus TPPO dengan modus penempatan pekerja migran menjadi kasus yang paling banyak ditemukan. Selain itu, ada pula fenomena online scam dari munculnya migrasi ini.
“Persoalan tersebut menunjukkan masih adanya kesenjangan tata kelola migrasi Indonesia terutama data migrasi Indonesia, yang tentunya menuntut kita semua, perlu diperbaiki ke depan dalam rangka untuk melindungi para migran Indonesia dan internasional,” ujar dia.
Baca Juga
Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kualitas Anak, Perempuan, dan Pemuda Kementerian Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Kemenko PMK) Woro Srihastuti Sulistyaningrum menyebut saat ini pihaknya bersama dengan BP2MI dan Polri telah menjalankan Gugus Tugas TPPO.
Selama Januari-Oktober 2023, gugus tugas yang diketuai Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo ini mencatat 930 kasus TPPO dan kejadian perlidungan Pekerja Migran Indonesia (PMI). “Datanya akan kita tampilkan walau tidak detail karena ada jaminan kerahasiaan terhadap korban,” ujar Woro.
Woro mengatakan kasus TPPO tersebut masih banyak terjadi di Pulau Jawa. “Ada juga di NTB dan Sulawesi Selatan,” ujar dia
Dari 930 kasus tersebut, kasus TPPO tercatat sebesar 759 kasus. Adapun kejadian perlindungan PMI tercatat 171 kasus.
BP2MI mencatat 2.797 orang menjadi korban. Korban perempuan dewasa tercatat sebanyak 1.189 orang dan korban berstatus anak perempuan mencapai 164 orang. Adapun korban laki-laki dewasa mencapai 1.388 orang dan korban berstatus anak laki-laki sebanyak 56 orang.
Baca Juga
BPS dan Badan Migrasi PBB Canangkan Kerja sama Satu Data Migrasi Internasional

