Transisi Energi Bersih, Kementerian ESDM Petakan Kebutuhan Gas untuk Smelter
JAKARTA, investortrust.id - Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) masih terus menyiapkan pasokan gas bumi untuk memenuhi kebutuhan operasional fasilitas pengolahan dan pemurnian atau smelter yang memproses bijih mineral.
Staf Khusus Menteri ESDM bidang Percepatan Tata Kelola Mineral dan Batu Bara Irwandy Arif mengungkapkan upaya tersebut sejalan dengan upaya pemerintah mendorong penggunaan energi bersih. Gas bumi merupakan energi transisi dari energi fosil menuju energi baru terbarukan (EBT).
Saat ini, diketahui sebagian besar smelter yang ada Indonesia masih menggunakan energi fosil, yakni batu bara.
Baca Juga
Terlebih, Indonesia mempunyai potensi gas yang cukup melimpah. cadangan gas bumi Indonesia sampai saat ini cukup besar yakni sebesar 54.830,40 BSCF atau 54,83 TSCF dari lapangan migas yang tersebar dari Sumatera, Jawa, Kalimantan Sulawesi hingga Papua.
"Kementerian punya program untuk menuju ke transisi energi ke gas. Prosesnya tentunya tidak mudah. Infrastrukturnya mahal banget," kata Irwandy Arif ketika ditemui di Gedung Kementerian ESDM pada Jumat (21/6/2024).
Infrastruktur gas bumi yang dimaksud oleh Irwandy meliputi kilang, fasilitas pengisian, penyimpanan dan terminal regasifikasinya, dan jaringan pipa untuk menyalurkan ke pengguna akhir.
Khusus untuk memenuhi kebutuhan smelter, saat ini Kementerian ESDM masih melakukan pemetaan lokasi smelter yang membutuhkan pasokan gas bumi. Lokasinya tersebar di Sulawesi Tengah, Kalimantan Barat, dan Jawa Timur.
Baca Juga
Menteri ESDM Geram Smelter Bauksit Tak Kunjung Rampung, Cuma Jadi Lapangan Bola
"Kalau kita lihat kan konsentrasi smelter nikel di mana? Sulawesi, kan? Konsentrasi refinery untuk bauksit jadi alumina di mana? Kalimantan Barat. Konsentrasi untuk tembaga emas perak kan ada di Gresik, Jawa Timur,” ungkap Irwandy.
Terpisah, Staf Ahli Bidang Ekonomi Sumber Daya Alam Kementerian ESDM Lana Saria meminta perusahaan tambang di Tanah Air untuk menyiapkan smelter yang menggunakan dua jenis sumber energi atau dual-fuel. Tujuannya asalah untuk mengurangi ketergantungan terhadap energi batu bara.
“Di bawah kewenangan kami (ESDM), hanya 5 (smelter) yang masih bergantung kepada energi batu bara. Sudah mulai diminta oleh Bapak Menteri (ESDM Arifin Tasrif) untuk menggunakan gas alam atau solar,” ujarnya dalam acara Investortrust Power Talk bertajuk, “Masa Depan Industri Batu Bara di Tengah Tren Transisi Energi”, di Jakarta Selatan, Kamis (13/6/2024).
Smelter yang saat ini masih dalam proses konstruksi menurut Lana juga sudah diminta untuk mempersiapkan fasilitas dual-fuel agar tidak lagi bergantung sepenuhnya kepada energi dari batu bara.

