Pastikan Stok Benih Padi Cukup, Kementan Petakan Kebutuhan
JAKARTA, investortrust.id -- Kementerian Pertanian menjamin ketesediaan pasokan benih padi inbrida bagi para petani cukup. Hal tersebut merupakan komitmen untuk mempercepat kebutuhan masa tanam sebagaimana arahan Menteri Pertanian Amran Sulaiman belum lama ini.
Diketahui, Mentan Amran menegaskan untuk mewujudkan akselerasi peningkatan luas tanam dan produksi padi serta jagung untuk setiap provinsi dan kabupaten/kota.
Maka, Kementan telah mengidentifikasi Calon Petani Calon Lahan (CPCL) agar tercapai target secara tepat guna. Perluasan lahan tanam ini dilakukan sebagai kelanjutan dari program optimasi pemanfaatan lahan rawa yang pernah dilakukan Mentan Amran di masa kepemimpinannya di 2014-2019 lalu.
Baca Juga
Mentan Sebut Impor Beras Berpeluang Capai 5 Juta Ton pada 2024
Menindaklanjuti hal tersebut, Direktur Jenderal Tanaman Pangan Kementan, Suwandi memastikan stok benih aman alias tercukupi hingga Desember 2023. Kementan juga terus mendorong ketersediaan benih yang murah dan berkualitas bagi para petani.
"Kemudian jumlah benih yang dapat digunakan untuk mendukung kegiatan bantuan benih pemerintah sebesar 3.660 ton setara luasan 146.400 ha," terang Suwandi dalam keterangannya yang dikutip Senin (13/11/2023).
Adapun sisanya diperuntukkan untuk free market sebesar 1.415 ton yang akan digunakan untuk pemenuhan kebutuhan benih swadaya.
Hal senada diungkapkan Direktur Perbenihan Direktorat Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sostro. Ia memaparkan bahwa produsen benih berkomitmen untuk memenuhi kebutuhan benih padi inbrida program bantuan pemerintah tahun 2024, yakni seluas 3,5 juta ha dengan kebutuhan benih sebar (BR) sebanyak 87.500 ton.
"Untuk kebutuhan Benih Pokok (BP) untuk tahun 2024 sebanyak 550 ton," tambah Yudi.
Baca Juga
Adapun rencana produksi benih sumber BBPSI Padi Sukamandi tahun 2024 sebanyak 194 ton dari APBN dengan rincian BS sebanyak 12 ton, BD sebanyak 38 ton dan BP sebanyak 144 ton, serta 130 ton kelas BP dari kerjasama dengan Ditjen Tanaman Pangan.
"Kalau ditotal benih sumber BP yang akan tersedia pada tahun 2024 sebanyak 274 ton, masih terdapat kekurangan BP sebanyak 276 ton dari kebutuhan tahun 2024 sebanyak 550 ton," beber Yudi.
Terkait kekurangan BP, Kementan memenuhinya dari kegiatan Mandiri Benih Tanaman Pangan di provinsi Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Selatan, Lampung, dan Sulawesi Selatan. (CR-9)

