Starlink Banting Harga Perangkat Lagi, Dibanderol Cuma Rp 3,9 Juta
JAKARTA, investortrust.id - Harga perangkat Starlink di Indonesia makin murah. Kini, perangkat untuk mengakses layanan internet berbasis satelit orbit bumi rendah atau low earth orbit (LEO) itu dijual dengan harga Rp 3,9 juta atau turun hingga 50% dari harga awal Rp 7,8 juta.
Perangkat Starlink yang dijual dengan harga Rp 3,9 juta adalah perangkat standar untuk layanan residensial (rumah) dan jelajah (bepergian).
Diketahui, perangkat tersebut dibanderol dengan harga jauh lebih murah dari harga pada saat masa promosi dan penawaran khusus.
Selama masa promosi pada 19 Mei-10 Juni 2024 perangkat tersebut dibanderol dengan harga Rp 4,68 juta. Setelah itu, perangkat dijual dengan harga penawaran khusus Rp 5,9 juta.
Baca Juga
Tersedia di Hypermart dan Lazada, Data Lake Indonesia Jadi Mitra Resmi Starlink
“Penawaran waktu terbatas - berakhir 16 September 2024 Rp3,9 juta untuk perangkat keras,” tulis Starlink di situs resminya, dikutip Kamis (15/8/2024).
Walaupun harga perangkatnya dipangkas hingga 50%, Starlink tidak melakukan perubahan terhadap biaya layanannya yang dibayarkan setiap bulan oleh pelanggannya.
Untuk paket residensial, biaya berlangganan layanan standar Starlink untuk paket residensial Rp 750.000 per bulan dengan kuota tanpa batas (unlimited).
Kemudian untuk paket jelajah internet berkecepatan tinggi biaya langganannya adalah Rp 990.000 per bulan (mobile regional) dan Rp 4,34 juta per bulan (prioritas mobile 50 GB).
Starlink juga menyediakan paket layanan untuk kebutuhan kapal atau perairan. Layanan tersebut dapat dinikmati dengan biaya berlangganan mulai dari Rp 4,34 juta per bulan dengan biaya perangkat keras senilai Rp 43,73 juta.
Baca Juga
Starlink Banting Harga Perangkat, Sah-Sah Saja Selagi Tak Diatur Pemerintah
Selain perangkat keras dan biaya berlangganan bulanan, pelanggan Starlink harus membayar biaya pengiriman sebesar Rp 345.000 ke seluruh Indonesia.
Penggunaan strategi “banting harga” Starlink untuk menarik lebih banyak pelanggan di Tanah Air sebenarnya bukan hal yang mengejutkan. Sebab, strategi tersebut bukan pertama kalinya dilakukan oleh perusahaan milik Elon Musk itu.
Starlink sudah melakukan strategi tersebut di beberapa negara, salah satunya Nigeria. Setelah memangkas harga perangkatnya hingga 45% untuk pasar Nigeria, jumlah pelanggannya langsung melejit mengalahkan jumlah pelanggan operator telekomunikasi lokal.
Mengutip Nairametric pada Rabu (15/8/2024), harga perangkat keras Starlink di Nigeria tadinya dibanderol 800.000 naira kini hanya dipatok senilai 440.000 naira dengan biaya bulanan 38.000 naira. Jumlah pelanggannya di Nigeria hingga kuartal-III 2023 diketahui mencapai 11.207 yang sudah melampaui pelanggan operator lokal.

