Dewan Nasional Bidik Realisasi Investasi KEK Sebesar Rp 78,1 Triliun hingga Akhir Tahun 2024
JAKARTA, investortrust.id – Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) menargetkan realisasi investasi KEK mencapai Rp 78,1 triliun hingga akhir tahun 2024.
Plt Sekretaris Jenderal (Sekjen) Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang menjelaskan, hingga semester I-2024 pihaknya telah merealisasikan nilai investasi mencapai Rp 31,4 triliun atau 40% dari target Rp 78,1 triliun.
“Untuk tahun ini kita sudah dari target sebesar Rp 78 triliun, tahun ini sudah terkumpul Rp 31,4 triliun atau sudah 40% dari target tahun ini,” kata Edwin di Sekretariat Dewan Nasional KEK, MNC Tower, Jakarta Pusat, Senin (22/7/2024).
Baca Juga
Airlangga: KEK Tarik Investasi Rp 205,2 Triliun di Semester I-2024
Adapun secara kumulatif sejak tahun 2012 hingga semester I-2024, lanjut Edwin, nilai realisasi investasi KEK yang tercatat mencapai Rp205,2 triliun. Di mana, sekitar Rp 28,2 triliun atau 14% berasal dari para pengembang (developer) dan Rp 176,9 triliun atau 86% berasal dari 368 pelaku usaha.
Dewan Nasional KEK pun mencatatkan, realisasi investasi KEK senilai Rp 205,2 triliun itu secara kumulatif telah menyerap tenaga kerja sebanyak 132.227 orang.
Pada kesempatan yang sama, Plt Kepala Biro Investasi, Kerja Sama dan Komunikasi Dewan Nasional KEK, Bambang Wijanarko menerangkan, secara komposisi investasi KEK didominasi oleh penanaman modal asing (PMA) dibandingkan penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Baca Juga
Indonesia Masih Kekurangan Talenta Digital, Begini Upaya Kemenkominfo
“Komposisi (antara) PMA dan PMDN, sekitar 71% itu PMA sisanya PMDN (29%),” ungkap Bambang.
Bambang juga menerangkan, modal asing utamanya paling banyak ditanam di KEK Sei Mangkei, Sumatra Utara. Di mana, KEK tersebut memiliki kegiatan utama berupa industri pengolahan kelapa sawit, pengolahan karet, pariwisata, dan logistik.
Berdasarkan catatan Dewan Nasional KEK, saat ini terdapat 22 KEK secara nasional yang telah ditetapkan oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi). Puluhan KEK itu terdiri dari empat sektor utama yakni Industri (manufaktur), Pariwisata, Digital, dan tema jasa lainnya seperti maintenance, repair and overhaul (MRO).
