Dewan Nasional KEK Catat Realisasi Investasi di 25 KEK Tembus Rp314 T di Kuartal III 2025
Poin Penting
|
JAKARTA, investortrust.id — Dewan Nasional Kawasan Ekonomi Khusus (Denas KEK) mencatat realisasi investasi di 25 KEK seluruh Indonesia mencapai Rp 314 triliun hingga kuartal III 2025.
Pelaksana tugas (Plt) Sekretaris Jenderal Denas KEK, Rizal Edwin Manansang menyampaikan, capaian tersebut tumbuh 29,48% (year on year/yoy) dibandingkan realisasi pada periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 242,5 triliun.
“KEK mencatat investasi kumulatif sebesar US$ 18,8 miliar atau Rp 314 triliun,” papar Edwin dalam Indonesia Special Economic Zone (SEZ) Business Forum 2025 di Jakarta, Selasa (9/12/2025).
Masih menurut Edwin, peningkatan investasi itu turut mendorong penciptaan lebih dari 237.000 lapangan kerja, naik dari posisi akhir kuartal III 2024 sebanyak 151.260 tenaga kerja.
“Pada tahun ini saja, KEK melampaui target penyerapan tenaga kerja dengan menciptakan lebih dari 79.000 lapangan pekerjaan dan mencatat ekspor sekitar US$ 5,43 miliar,” tutur Edwin.
Sebelumnya, Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian mencatat realisasi investasi di 25 Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) mencapai Rp 40,48 triliun pada semester I 2025, atau 48,2% dari target pemerintah sebesar Rp 84,1 triliun pada tahun ini.
Baca Juga
Sekretaris Kemenko Perekonomian Susiwijono Moegiarso menyampaikan bahwa kinerja KEK umumnya diukur melalui dua indikator, yakni realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja. "Dari dua indikator capaian kinerja ini, per semester I kemarin masih sesuai dengan target pemerintah," katanya beberapa waktu lalu
Pada periode yang sama, KEK tercatat menyerap 28.094 tenaga kerja, setara 56,4% dari target penyerapan 49.779 orang sepanjang 2025.
Susiwijono menambahkan, realisasi investasi dan penyerapan tenaga kerja berpotensi meningkat, seiring adanya beberapa usulan KEK baru berbasis industri manufaktur dengan nilai investasi dan kebutuhan tenaga kerja yang besar.
"Mengingat juga ada beberapa usulan KEK yang nanti juga berbasis ke industri manufaktur, dengan investasi nominal yang cukup besar dan penyerapan tenaga kerja yang cukup tinggi," pungkasnya.

